Sukriyanto A. R
State Islamie University (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Memahami Makna dan Hakikat Dakwah Sukriyanto A. R
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 54 (1994)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1994.540.111-117

Abstract

Untuk mengembangkan ilmu dakwah baran_ekali ada baiknya difahami terlebih dahulu tentang hakikat dakwah. Oleh karena kalua kita akan menJrusun dakwah sebagai sebuah ilmu kiranya perlu diketahui lebih dahulu makna dan hakikat dakwah itu sendiri. Sebab tanpa mengetahui hakikat dakwah kita tidak akan dapat mengerti tujuan menyusun ilmu dakwah. Kalau kita berbicara tentang makna dan hakikat dakwah, atau membicarakan tentang dakwah secara filosofis, timbul pertanyaan. Apa sebenarnya dakwah itu? Mengapa perlu ada dakwah? Perlukah dakwah kepada manusia? Mengapa Allah memerintahkan kepada umrnat Islam untuk berdakwah? Apa sebenarnya maksud dan tujuan Allah memerintahkan manusia untuk berdakwah? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu perlu dijawab terlebih dahulu pertanyaan apa maksud dan tujuan Allah menciptakan manusia? Karena tentunya perintah dakwah tidak terlepas dari maksud dan tujuan penciptaan manusia. Kalau kita mencoba mengamati Al Qur'an tentang maksud dan tujuan penciptaan manusia, maka dapat kita ketahui bahwa menurut Al-Qur'an, maksud dan tujuan penciptaan manusia adalah: Pertama, manusia dicipta untuk dijadikan sebagai khalifah Allah (Q.2:30). Menata kehidupan di muka bumi. Berbuat baik di muka bumi,sehingga kehidupan yang ada di muka bumi ini menjadi baik, tertib, teratur, damai, tenteram, makmur, teduh, nyaman dsb. Untuk itu manusia perlu memiliki potensi yang kuat yaitu, fisik yang kuat dan sehat, fitrah atau hati nurani yang bersih, hawa nafsu yang terkendali dan akal yang terlatih berfikir. Kedua, manusia dicipta untuk beribadah (Q.51:56). Yaitu tunduk, patuh dan setia menjalankan perintah-penntah Allah dan menjauhi larangan-larangan Allah.