Kalau orang membicarakan linguistik, biasanya tokoh utama yang paling banyak dikenal dan disebutkan dalam pembicaraan adalah Mongin Ferdinand De Saussure. Sepanjang masa, nama Saussure tidak akan terhapus dari dunia linguistik. Dalam dunia linguistik umum, dialah orangnya yang dianggap sebagai Bapak Linguistik Modem dan Pelopor Strukturalisme. Sibawaih, walaupun bukan orang yang pertama kalinya menciptakan ilmu bahasa, namun dalam teori-teori kebahasaan dia telah menunjukkan kemampuannya sebagai seorang linguis di antaranya dalam pembuatan deskripsi Fonetik yang maju dan sistimatis. Karya Sibawaih yang terkenal dengan nama "al-Kitab" yang mencuat pada akhir abad ke 8, membuktikan kehidupan dan perkembangan linguistik Arab, terutama di bidang ilmu Nahwu. Dari penelaahannya tentang bahasa Arab, dia telah menghasilkan sejumlah asumsi, hipotesis dan teori tentang bahasa Arab. Sehingga walaupun karya pemikiran Sibawaih itu lahir pada abad Renaissance, tetapi dalam perkembangan sejarah linguistik Arab, tetap merupakan tumpuan bagi para ahli bahasa Arab. Lebih dari lima puluh sarjana periode yang silam dari kalangan Arab sendiri, telah melakukan kegiatan ilmiyah mereka dengan objek karya besar tersebut; dengan jalan memberikan syarah, interpretasi syawahidnya, penjelasan berbagai problematikanya, pembuatan isi ringkasannya dan sebagainya. Kegiatan ilmiyah para ahli tersebut, boleh dikatakan tidak pernah meninggalkan teoriteori yang telah dihasilkan Sibawaih. Asumsi, hipotesis yang mereka peroleh diuji, diuji ulang, diverivikasi; kadang-kadang ditolak, diperbaharui, diperhalus, dikembangkan atau tidak diberlakukan sesuai dengan data dan fakta bahasa. Karya Sibawaih, tidak memperoleh perhatian dari kalangan Arab; akan tetapi juga perhatian dari kalangan Arab; akan tetapi juga perhatian yang sangat besar datang dari kalangan para sarjana Barat. Orientalis Jerman pernah menterjemahkannya ke dalam bahasa Jerman. Bahkan penerbitan di Jerman ini, merupakan terjemah ilmiyah yang sangat teliti; dikarenakan metode Filologi sudah mulai diterapkan terhadap manuskrip-manuskrip yang terdapat diberbagai perpustakaan. Dalam lintasan sejarah linguistik, di samping para linguis sering memunculkan tokoh-tokoh linguistik utamanya pada abad ke 19 seperti Grimm, Whitney, Meyer-Lubke, Maz Mulier, Brugmann dan Sweet, ditambah lagi diterimanya Ferdinand De Saussure dari Perancis sebagai Bapak linguistik modern; maka sewajarnya kita lebih mengenal siapa Sibawaih, apa karyanya dan mengenal pula istilah-istilah yang diciptakannya.