Dalam hubungan psikologi modem dengan sejarah secara sepihak arus pengaruhnya lebih kuat dari pada arus-arus lainnya. Demikianlah, seorang yang melakukan analisa terhadap karyanya dapat memanfaatkan pengetahuan sejarah, hanya dengan suatu pengertian budaya yang luas, sebagaimana biasa dengan memanfaatkan kesusasteraan, agama dan seni. Dari segi lain, ahli sejarah akan mengingkari atau gagal untuk mendapatkan dukungan dari psikologi, hanya karena resikonya sendiri. Secara mendasar missinya tidak hanya menampilkan fakta-fakta mengenai manusia pada masa silam, tetapi juga untuk memperoleh pengertian yang lebih mendalam mengenai tujuan-tujuan. dan reaksi-reaksi manusia di dalam situasi yang beraneka ragam. Demikian kata pengantar William L. Langei yang pernah menjadi guru besar sejarah di universitas Harvard terhadap buku The Psychoanalytic Interpretation of History yang dikumpulkan dan disunting oleh Benjamin B. Wolman, guru besar psikologi universitas Long Island. Selanjutnya guru besar yang juga seorang penulis sejumlah buku dan artikel mengenai sejarah diplomasi dan hubungan internasionai itu menyatakan bahwa nilat pengajaran psikoanalisa di dalam penulisan biografi sudah lama dikenal dan diakui, khususnya biografi yang berhubungan dengan bidang kesusasteraan dan seni, yang sekarang mendapat sambutan baik dari para ahli sejarah. Perjuangan panjang untuk mengembangkan bidang penelitian sejarah melampaui batas-batas bidang militer dan politik untuk memasukkan faktorfaktor sosial, ekonomi dan intelektual telah mencapai hasil yang baik. Banyak ahli sejarah terutama sarjana-sarjana yang masih muda, dewasa ini melihat perlunya untuk memperdalam pengertian mereka terhadap masa silam dengan melakukan analisa yang lebih teliti mengenai tindakan seseorang atau masyarakat. Pada suatu waktu sudah menjadi kebiasaan untuk mengecilkan arti biografi sejanih, dengan alasan bahwa tokoh-tokoh terkemuka pun telah melakukan kekerasan-kekerasan di luar batas kemanusiaan dan menyimpang dari pengertian manusia. Keadaan seperti ini sudah ditinggalkan, karena pernah terjadi pada suatu masa yang nampak pada diri Lenin, Stalin dan Hitler. Apabila para ahli sejarah ingin memahami peristiwa-peristiwa di dunia dengan segala corak dan gejolaknya apakah pada masa silam atau pada masa sekarang, maka ahli-ahli sejarah sangat membutuhkan bantuan disiplin ilmu-ilmu penunjang tidak saja ilmu-ilmu ekonomi, geografi, demografi dan sebagainya tetapi juga ilmu-ilmu lain, khususnya psikoanalisa.