p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Masker Medika
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEK SAMPING PASCA VAKSINASI COVID-19 PADA MAHASISWA DI STIKES AL SU’AIBAH PALEMBANG TAHUN 2022 Ferry Adhinata
Masker Medika Vol 10 No 2 (2022): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v10i2.499

Abstract

Latar Belakang: Saat ini seluruh dunia sedang dihadapkan pada krisis kesehatan yang sangat mempengaruhi tatanan kehidupan manusia. Penyebaran Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) di dunia cenderung terus meningkat dari waktu ke waktu, menimbulkan korban jiwa dan kerugian material yang lebih besar, dan telah berimplikasi pada aspek sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Coronavirus jenis baru. Metode: Penelitian ini bertujuan diketahuinya faktor yang mempengaruhi efek samping pasca vaksinasi Covid-19 pada mahasiswa di STIKES Al-Su’aibah Palmbang tahun 2022. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1-27 Maret 2022. Desain penelitian ini adalah cross Sectional. Populasi penelitian ini mahasiswa STIKES Al-Su’aibah. Sampel berjumlah 65 responden, pengambilan sampel menggunakan total populasi. Uji statistik menggunakan chi square dengan tingkat kemaknaan (α=0.05). Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan jenis kelamin (p=0.005), penyakit penyerta (p=0.026) dan dukungan keluarga (p= 0.018) dengan efek samping pasca vaksinasi covid 19 serta tidak ada hubungan riwayat alergi (p=0.731) dan tekanan darah (p=0.118). Simpulan: Simpulan penelitian ini ada hubungan antara jenis kelamin, penyakit penyerta dan dukungan keluarga serta tidak ada hubungan riwayat alergi dan tekanan darah dengan efek samping pasca vaksinasi covid 19. Disarankan untuk mematuhi protocol kesehatan dan menjaga pola hidup sehat.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG KETERSEDIAAN MELAKUKAN VAKSINASI COVID-19 DI KLINIK ASRI DENTAL PALEMBANG TAHUN 2021 Ferry Adhinata
Masker Medika Vol 11 No 1 (2023): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v11i1.498

Abstract

Latar Belakang: Perilaku proteksi adalah kunci untuk mengatasi pandemi COVID-19, dan vaksin merupakan salah satu proteksi utama untuk menekan angka penularan COVID-19. Vaksin COVID-19 adalah kebutuhan kesehatan masyarakat global dalam membendung pandemi. Seiring dengan dikampanyekan penyelenggara vaksin COVID-19 maka penting untuk mengetahui pendapat, pengetahuan dan kesediaan masyarakat untuk melakukan vaksin. Metode: Penelitian ini bertujuan diketahuinya hubungan tingkat pengetahuan masyarakat tentang ketersediaan melakukan vaksinasi COVID-19 di Klinik Asri Dental Palembang Tahun 2021. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 7-27 Juni 2021. Desain penelitian ini adalah cross Sectional. Populasi penelitian ini masyarakat yang berobat ke Klinik Asri Dental Palembang. Sampel penelitian berjumlah 73 responden, pengambilan sampel menggunakan accidental populasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan chi square dengan tingkat kemaknaan (α=0.05). Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan p value = 0,043 dengan ketersediaan melakukan vaksinasi Covid 19 pada masyarakat di Klinik Asri Dental Palembang. Simpulan: ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan ketersediaan melakukan vaksinasi Covid 19 pada masyarakat di Klinik Asri Dental Palembang 2022. Disarankan untuk memberikan sosialisasi yang lebih detail dengan metode pendekatan perspektif dan pemahaman tentang vaksin COVID-19 utamanya mengenai kandungan zat vaksin COVID-19 dapat memperkecil kemungkinan untuk tertular COVID-19 dalam jangka panjang dan vaksin COVID-19 memberikan dampak angka kejadian COVID-19 menurun secara bertahap supaya persepsi yang negatif pada tenaga kesehatan dapat dihilangkan mengingat saat ini dukungan vaksin dari tenaga kesehatan sangat dibutuhkan pada era pandemic.