This Author published in this journals
All Journal Jurnal An-Nahl
Nila Asmita
Sekolah Tinggi Agama Islam H. M. Lukman Edy Pekanbaru

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (Studi pada BMT Al-Ittihad Rumbai Pekanbaru Nila Asmita
Jurnal An-Nahl Vol. 7 No. 2 (2020): An-Nahl
Publisher : STAI H.M Lukman Edy pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54576/annahl.v6i2.49

Abstract

Koperasi telah hadir sejak tahun 1905 dengan tujuan menjadi salah satu cara untuk menjaga kestabilan ekonomi. Namun kenyataannya koperasi masih belum bisa menjadi pilihan favorit dari masyarakat. Dari permasalahan tersebut peneliti tertarik untuk meneliti lebih jauh terkait peran koperasi simpan pinjam dan pembiayaan syariah (KSPPS) dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Adapun tujuan penelitian ini adalah, untuk mengetahui bagaiamana peran KSPPS dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat dan faktor pendorong dan penghambat KSPPS BMT Al-Ittihad Rumbai Pekanbaru dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini penulis merupakan penelitian lapangan yang menggunakan deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan metode wa-wancara sebagai pedoman kepada pegawai BMT Al- Ittihad Rumbai Pekanbaru, sedangkan dokumentasi dilakukan dengan melakukan pencatatan ataupun data yang diperoleh dari BMT Al-Ittihad Rumbai Pekanbaru seperti sejarah, struktur organisasi, dan ilustrasi pembiayaan pada BMT Al-Ittihad Rumbai Pekanbaru. Hasil penelitian ini adalah bahwa peran (KSPPS) sudah sesuai dengan prinsip syariah. Dengan adanya peran BMT Al-Ittihad Rumbai Pekanbaru kepada anggotanya yaitu dengan pemberian modal usaha, pemenuhan kebutuhan konsumtif anggota, pemberian dana pinjaman qord dan dana sosial, penguatan ekonomi dengan adanya program tabungan. Dan Faktor pendorong dan penghambat KSSP BMT, Faktor pendorongnya mensejahterakan anggotanya dengan menggunakan faktor internal yaitu; karyawan dan tata aturan BMT Al- Ittihad Rumbai Pekanbaru dan faktor eksternal yaitu: faktor demografis dipengaruhi oleh faktor pendidikan, usia dewasa, jenis kelamin. Faktor geografis; negara, desa, kota, wilayah. Sedangkan faktor penghambat peningkatan kesejahteraan anggota yaitu: Kurang cakapnya karyawan BMT Al-Ittihad Rumbai Pekanbaru dalam memasarkan produknya, sehingga banyak masyarakat hingga kini yang belum mengenal BMT.
Inklusi Keuangan Masjid dalam Pemberdayaan ekonomi Umat (Studi Kasus Dewan Ekonomi Masjid Indonesia (DEMI) di Masjid Paripurna Al-Manar Pekanbaru) Nila Asmita
Jurnal An-Nahl Vol. 6 No. 2 (2019): An-Nahl
Publisher : STAI H.M Lukman Edy pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54576/annahl.v6i2.50

Abstract

Masyarakat Indonesia secara umum belum memahami dengan baik karakteristik berbagai produk dan layanan jasa keuangan yang ditawarkan oleh lembaga jasa keuangan. Program pembiayaan modal usaha dan sumber-sumber keuangan Dewan Ekonomi Masjid Indonesia (DEMI) di lingkungan Masjid Paripurna Al-Manar Pekanbaru yang masih belum berjalan maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui inklusi keuangan Dewan Ekonomi Masjid Indonesia (DEMI) dalam pemberdayaan ekonomi umat di lingkungan Masjid Paripurna Al-Manar Pekanbaru. Dan strategi pengembangan program dan menciptakan sumber-sumber keuangan Dewan Ekonomi Masjid Indonesia (DEMI) di Masjid Paripurna Al-Manar Pekanbaru. Metode penelitian ini, menggunakan jenis penelitian deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Indikator inklusi keuangan masjid pada Dewan Ekonomi Masjid Indonesia (DEMI) di Masjid Paripurna Al-Manar Pekanbaru yaitu pertama, akses yang terbuka untuk laporan keuangan dan informasi mengenai program Dewan Ekonomi Masjid Indonesia (DEMI) dalam lingkup Rukun Warga (RW) 01 di Masjid Paripurna Al-Manar Pekanbaru. Kedua, penggunaan yang dilihat dari pengetahuan dan keterlibatan masyarakat pada program Dewan Ekonomi Masjid Indonesia (DEMI) di lingkungan Masjid Paripurna Al-Manar. Dan ketiga, kualitas yang dilihat dari program Dewan Ekonomi Masjid Indonesia (DEMI) yang berjalan cukup baik tetapi ada beberapa program yang belum maksimal. Strategi pengembangan program Dewan Ekonomi Masjid Indonesia (DEMI) di Masjid Paripurna Al-Manar dilakukan dengan beberapa cara, serta Dewan Ekonomi Masjid Indonesia (DEMI) memiliki beberapa sumber-sumber keuangan. Dewan Ekonomi Masjid Indonesia (DEMI) di Masjid Paripurna Al-Manar Pekanbaru dapat membuat akses keuangan yang lebih luas dan memaksimalkan tiap program yang telah ada, serta masyarakat yang mendukung dan berpartisipasi disetiap program Dewan Ekonomi Masjid Indonesia (DEMI).
Analisis Faktor-Faktor Penunjang dan Penghambat dalam Memilih IB Hasanah Card pada PT. Bank BNI Syariah Cabang Pekanbaru Nila Asmita
Jurnal An-Nahl Vol. 8 No. 2 (2021): An-Nahl
Publisher : STAI H.M Lukman Edy pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54576/annahl.v6i2.51

Abstract

Kegiatan Perbankan di Indonesia sudah lama ada dan banyak digunakan. Perbankan di Indonesia menggunakan sistem konvensional maupun Syariah. Bank Syariah adalah Bank Yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip Syariah yang berlandaskan hukum Islam. Bank Syariah mengeluarkan program kartu kredit berbasis Syariah dengan nama IB Hasanah Card. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana faktor penunjang dan penghambat dalam memilih IB Hasanah Card di Bank BNI Syariah Pekanbaru. Hasil penelitian diperoleh bahwa faktor-faktor penunjang yang menyebabkan nasabah tertarik untuk memilih dan menggunakan produk IB Hasanah Card yaitu pada faktor budaya, faktor social. Faktor penghambat nasabah dalam memilih produk IB Hasanah Card yaitu kurangnya promosi dan pemasaran, kurangnya pemahaman SDM yang professional dalam bidang Hasanah Card, kurangnya kerja sama pihak Bank BNI Syariah dengan asosiasi, serta kurangnya kantor cabang juga menjadi faktor penghambat nasabah untuk memilih Produk IB Hasanah Card.