Stroke atau cedera vaskuler cerebral merupakan kondisi akibat penurunan tiba-tiba aliran darah ke otak, kondisi ini disebabkan oleh iskemik maupun hemoragik. Salah satu dampak dari stroke dapat menyebabkan penderita mengalami kecacatan fisik, akibatnya penderita stroke sulit untuk melakukan aktifitas sehari-hari, untuk meningkatkan kemampuan tersebut salah satu penanganan atau rehabilitasi terhadap kondisi pasca stroke adalah dengan meningkatkan self management penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self management terhadap status fungsional penderita pasca stroke. Metode yang digunakan literature review sederhana. Sumber data Penelusuran artikel publikasi dilakukan pada semantic scholar, BMC dan taylor & francis. Penelusuran artikel penelitian dari beberapa database menggunakan kata kunci tertentu dalam periode 2016-2020, kriteria inklusi meliputi pengaruh self management terhadap status fungsional penderita pasca stroke, dari enam artikel yang dilakukan literature review semuanya menggunakan metode eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan 6 artikel penelitian yang memperlihatkan bahwa program self management dapat meningkatkan aktifitas fisik penderita stroke ringan dan hanya tiga artikel yang memperlihatkan adanya hasil yang signifikan dari program self management terhadap status fungional dengan p<0,05 dan tiga artikel lainnya hanya memperlihatkan adanya perubahan status fungsional penderita stroke dengan intervensi self management. Kesimpulan bahwa pengaruh self management dalam meningkatkan status fungsional penderita pasca stroke harus memiliki kemampuan meliputi goal setting, problem solving, serta informasi terakait kesehatan. Kata Kunci: literature review; pasca stroke; self managemen; status fungsional