Fida Dyah Puspasari
Politeknik Yakpermas

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Masalah Utama Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran Anisa Rahma Putri; Christina Trisnawati; Fida Dyah Puspasari
Journal of Nursing and Health Vol. 7 No. 2 (2022): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v7i2.178

Abstract

Halusinasi pendengaran adalah keadaan dimana individu merasakan sensasi suara yang mendenging dan bising yang tidak memiliki arti, dan dapat juga seolah-olah mendengarkan suatu kata bahkan kalimat yang memiliki arti. Perawat memiliki peran dalam memberikan asuhan keperawatan jiwa dari pengkajian sampai evaluasi dengan menggunakan strategi pelaksanaan halusinasi pendengaran. Asuhan keperawatan jiwa yang diterapkan berdasarkan standar bisa membantu meminimalisir sebanyak 14% tanda dan juga gejala halusinasi. Tujuan umum untuk menggambarkan asuhan keperawatan jiwa pada pasien gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran. Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini menggunakan desain dekriptif studi kasus, menggunakan pendekatan asuhan keperawatan yang terdiri dari pengkajian, penetapan diagnosa asuhan pada keperawatan jiwa, menyusun perencanaan, melaksanakan keperawatan dan evaluasi tindakan. Hasil Selama 7 hari pertemuan, telah dilakukan asuhan keperawatan sesuai teori dari SAK dapat diterima dengan baik oleh pasien, dan pasien bisa mempraktikan setiap latihan yang sudah diajarkan secara mandiri dan setelah melakukannya pasien merasakan halusinasi sedikit berkurang walau hanya bersifat sementara.
Literature Review Pengaruh Relaksasi Dzikir Terhadap Stres Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Yang Menjalani Hemodialisa Reninda Yulia Setia Ningrum; Dwi Astuti; Fida Dyah Puspasari
Journal of Nursing and Health Vol. 7 No. 2 (2022): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v7i2.181

Abstract

Latar belakang : Chronic Kidney Disease (CKD) yaitu kerusakan pada ginjal yang berjalan dalam waktu yang lama dan ditandai dengan penurunan kemampuan ginjal dalam menyaring darah (Laju Filtrasi Gromerulus/LFG). Hingga sekarang terdapat 10% dari penduduk dunia mengalami kondisi gagal ginjal kronis hingga jumlah jutaan meninggal setiap tahunnya dikarenakan tidak mempunyai akses untuk pengobatan. Pada pasien dengan penyakit gagal ginjal kronik apalagi sudah mencapai stadium akhir dibutuhkan dengan terapi dialisis karena fungsi ginjal sudah tidak dapat berfungsi dengan baik sehingga pada pasien yang menjalani hemodialisa timbul rasa stres psikologis. Kecemasan ialah respon terhadap situasi tertentu yang mengancam dan merupakan hal moral yang terjadi. Salah satu relaksasi non farmakologis yang bisa mengurangi stres yaitu relaksasi dzikir. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh relaksasi dzikir terhadap stres pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisa. Metode : Metode pengumpulan data menggunakan analisa deskriptif dan studi literatur. Hasil : Setelah diberikan intervensi relaksasi dzikir pada jurnal 1 terjadi penurunan pada pasien A yang awalnya skore stres 23 menjadi 15, pada pasien B yang awalnya 25 menjadi 17. Pada jurnal 2 terjadi penurunan yang awalnya skore stres 23 menjadi 8. Kesimpulan : Adanya pengaruh pemberian relaksasi dzikir terhadap stres pasien Chronic Kidey Disease (CKD) yang menjalani hemodialisa.
LITERATURE REVIEW EFEKTIFITAS LATIHAN RANGE OFMOTION (ROM) TERHADAP GANGGUAN MOBILITAS FISIK PADA PASIEN POST OPERASI FRAKTUR EKSTREMITAS BAWAH Jesika Fitamania; Dwi Astuti; Fida Dyah Puspasari
Journal of Nursing and Health Vol. 7 No. 2 (2022): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v7i2.182

Abstract

Latar Belakang : Fraktur merupakan istilah dari hilangnya kontiunitas tulang, baik yang bersifat total maupun sebagian. Fraktur ekstremitas bawah sering terkait dengan mordibitas yang cukup besar dan perawatan panjang dirumah sakit. Orang dengan fraktur ekstremitas bawah mengalami gangguan mobilitas fisik akan kesulitan jika berdiri lama atau berjalan, berjongkok, menahan benda berat atau bekerja yang melibatkan menahan beban. Penyembuhan hambatan mobilitas fisik pada fraktur setelah dilakukan operasi penyembuhan tulang maka harus secepat mungkin dilakukan range of motion (ROM). Tujuan : Untuk mengetahui adanya efektifitas latihan range of motion (ROM) terhadap gangguan mobilitas fisik pada pasien post operasi fraktur ekstremitas bawah. Metode : Metode pengumpulan data menggunakan analisa deskriptif dan studi literatur. Hasil : Pada Penelitian literature review Jurnal satu dan jurnal dua setelah dilakukan latihan range of motion (ROM) aktif/pasif selama 3 x 24 jam. Pada jurnal satu masalah dapat teratasi dengan adanya peningkatan pergerakan pada ekstremitas bawah, peningkatan kekuatan otot dan rentang gerak sendi dan mempu menggunakan alat bantu. Jurnal dua masalah teratasi sebagian ditandai dengan klien mampu melakukan ROM pasif pada hari pertama, kemudian mampu melakukan ROM aktif secara bertahap. Kesimpulan : Ada pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot pada latihan range of motion (ROM) efektif dilakukan untuk membantu mobilitas fisik pada pasien post operasi fraktur ekstremitas bawah.