Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sexual Dimorphism in Modern Javanese Crania: A Metric Approach Ashfyatus Saidah; Myrtati Dyah Artaria
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 24 No. 2 (2022): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbp.v24i2.2022.98-106

Abstract

Establishing the biological profile of an unknown skeleton is one of forensic anthropologist main tasks; sex is one of them. In sexing the skulls, specific standard assessment designed for each population can improve the accuracy rate due to its population-specific traits. This study aims to describe the sexual dimorphism in contemporary Javanese crania while employing metric methods. The measurements of 50 male and 37 female crania were traditionally collected from nine craniometric points (i.e., g-op, eu-eu, ft-ft, zy-zy, n-pr, n-ns, apt-apt, go-go, n-gn) using calipers. This study found that out of nine measuring points, two (ft-ft, apt-apt) variables does not differ significantly between the male and female samples. This indicates that, in accordance with previous studies, ft-ft and apt-apt are not good predictors for sex. Future studies observing the non-metric sexual dimorphism on Javanese crania would serve as a meaningful aid in improving the accuracy and reliability when sexing Javanese crania.
Literature Review: Perkembangan Penyakit Morbus Hansen Pada Manusia Kuno dan Manusia Modern Intan Sari Nuraini; Ashfyatus Sa'idah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.13386

Abstract

Morbus Hansen atau kusta merupakan penyakit lama yang penyebarannya disebabkan oleh bakteri Mycobacterium lepraei. Morbus Hansen menyerang kulit, saraf tepi dan sistem pernafasan. Penyakit ini menimbulkan berbagai masalah diantaranya dari medis, sosial, ekonomi budaya dan mental. Penyakit ini memiliki hubungan yang erat dengan peradaban manusia penyakit ini ditulis dalam kitab- kitab kuno misalnya kitab Sushrat Samhita dan Kashilya's Arthashastra pada abad ke-6 SM dan bukti arkeologis di Afrika dan Asia pada masa prasejarah juga memberikan indikasi bahwa penyakit ini sudah ada sejak lama. Pada masa sekarang Morbus Hansen masih eksis di Indonesia dengan menduduki posisi nomor 3 dengan 16.825 kasus dengan angka kecacatan 6,82 orang per satu juta penduduk. Morbus Hansen merupakan penyakit yang tidak diwariskan atau diturunkan. Namun informasi terbaru menyebutkan adanya tujuh versi mutasi gen yang muncul pada orang-orang penderita kusta. Lima gen diantaranya terlibat dalam pengaturan sistem kekebalan tubuh yang dapat meningkatkan kerentanan terkena kusta dan studi tersebut membuktikan bahwa hal tersebut dipengaruhi oleh faktor genetik.