Alif Firza Rayhan
Politeknik Keuangan Negara STAN

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemain Sepakbola Sebagai Jiwa Klub Dalam Mengarungi Kompetisi: Akankah Diperlakukan Sesuai Dengan Standar Akuntansi? Studi Pada Klub Sepakbola PSMS Medan Mila Indriastuti; Alif Firza Rayhan
Jurnal Pajak dan Keuangan Negara (PKN) Vol 4 No 1 (2022): Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31092/jpkn.v4i1.1623

Abstract

This study explores the method of football player recognition and presentation in the club’s financial report. The research method uses a narrative paradigm with in-depth interviews; observation and literature study at PSMS Medan. This study explores and examines data observation and PSMS Medan's financial statements using human resource theory and PSAK 19. The results show that the management of PSMS Medan does not apply human resource asset accounting policies for its players. Moreover, the policies implemented by management regarding the recognition and measurement of player contracts are still not following PSAK 19 (2009) paragraphs 18 and 27. Besides that, the measurement of player contracts is closer to the cost model rather than comply with PSAK 19 (2009) paragraph 88 related to the player's useful life.   Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana akuntansi memandang para pemain sepakbola dalam sebuah entitas perusahaan dan menyajikannya dalam laporan keuangan. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan naratif sehingga sesuai dengan fokus penelitian kami yang ingin menggali pengalaman manajemen PSMS dalam mengelola serta menyusun laporan keuangan klub. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemain sepakbola pada klub PSMS Medan seharusnya dapat diklasifikasikan sebagai aset tetap tak berwujud karena memenuhi tiga karakteristik sesuai PSAK 19 (2018) paragraf 10. Selain itu, pengesampingan PSAK 19 (2018) yang mencatat nilai kontrak pemain sebagai biaya dapat menimbulkan undervalued pada net income. Biaya-biaya yang seharusnya dapat dikapitalisasi dan menjadi nilai aset bagi PSMS medan adalah sebesar biaya nilai kontrak pemain dan bea materai. Hal ini sesuai dengan PSAK 19 (2018) paragraf 24-27 yang menyatakan bahwa aset tak berwujud pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan.