Nuning Vita Hidayati
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Jenderal Soedirman Jl. Dr. Soeparno, Karangwangkal Purwokerto, 53122, Indonesia Pusat Studi Biosains Maritim, LPPM Universitas Jenderal Soedirman, Jl. Dr. Soeparno Karangwangkal Purwokerto 53122, Indo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KOMPOSISI DAN DISTRIBUSI MAKRO- DAN MESO-PLASTIK DI SUNGAI KERUH, BUMIAYU, KABUPATEN BREBES Nuning Vita Hidayati; Sayyidatur Rahma; Aulia Nisfi Nurhakim; Umi Hadiyawati
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i2.16310

Abstract

Sungai adalah sumber polusi plastik di laut yang telah diakui secara luas dan berpotensi menjadi tempat pembuangan sampah dari berbagai aktivitas dan sumber. Estimasi tingkat pencemaran plastik telah dilakukan untuk pertama kalinya di Sungai Keruh dan Sungai Kalisantri yang melintasi kota Bumiayu, Brebes. Sampel sampah dianalisis untuk mendapatkan data komposisi sampah berdasarkan ukuran (makro, meso) dan sampah plastik berdasarkan Resin Identification Code (RIC). Hasil analisis sampah yang dikumpulkan setiap minggu dari bulan Agustus – September 2021 menemukan  1.537 item (22019,84 gram) sampah sungai dengan total kepadatan 89,59 g/m3 di Sungai Keruh dan 2017.9 g/m3 di Sungai Kalisantri. Persentase berat makroplastik berkisar antara 20–46%, dan persentase berat mesoplastik mencapai 72%. Berdasarkan item, persentasenya mencapai 82% untuk makroplastik dan mencapai 52% untuk mesoplastik. Berdasarkan RIC, 32,59% sampah plastik berasal dari kelompok Others (OT), 31,42% dari Low Density Poly Ethylene (LDPE) dan 23,55% dari Poly Propylene (PP), dengan kepadatan sampah rata-rata 47,16 g/m3. Dominasi sampah plastik diduga karena sungai tersebut dekat dengan pemukiman penduduk dan pasar tradisional. Berdasarkan PP No. 22/2021, sungai seharusnya zero waste, namun sebaliknya hasil kajian menunjukkan jumlah sampah yang sangat melimpah. Oleh karenanya, tindakan untuk mengurangi keberadaan plastik di sungai sangat penting untuk melestarikan lingkungan air tawar maupun laut.