Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal of Community Service in Science and Engineering

Building legal awareness in village communities through the legal literacy program (LLP) Adi Nugraha; Ferdiansyah Agung Pratama
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) Vol 2, No 1 (2023): Available Online in April 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jocse.v2i1.19804

Abstract

The legal awareness of the village community already exists and is quite good. However, people still need clarification in applying this knowledge. A simple example is that many village people already know about halal certification and its benefits. However, only a few know the procedure for obtaining a halal certificate for an item. Therefore, this community service program conducted a legal literacy program (LLP) for the people of Mekarsari Village, Carenang District. The method used in this service is socialization and demonstration. Legal literacy socialized in this activity is halal certification, drug prevention, and sexual harassment prevention. Apart from that, this activity also contributed to elementary school students in the village through reading corner activities and study assistance. Kesadaran hukum dari masyakat desa telah ada dan cukup baik. Namun, masyarakat masih mengalami kebingungan dalam menerapkan pengetahuan tersebut. Contoh sederhananya yaitu banyak masyarakat desa telah mengetahui tentang sertifikasi halal dan manfaatnya namun hanya sedikit yang mengetahui bagaimana prosedur mendapatkan sertifikat halal untuk suatu barang. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat ini melakukan program literasi hukum (LLP) untuk masyarakat Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah sosialisasi dan demonstrasi. Literasi hukum yang disosialisasikan dalam kegiatan ini yaitu sertifikasi halal, pencegahan narkoba, dan pencegahan pelecehan seksual. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kontribusi untuk siswa-siswa sekolah dasar di desa tersebut, berupa kegiatan pojok baca dan pendampingan belajar.
Independent creative village program as an effort to prosper the community based on village potential Adi Nugraha; Yudhistira Saputra
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) Vol 2, No 2 (2023): Available Online in October 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jocse.v2i2.21835

Abstract

An independent village is a village that can carry out village development to improve the quality of life and life as much as possible for the welfare of rural communities with social resilience, economic resilience, and ecological resilience in a sustainable manner. One of the superior villages with a target to become an independent village is Panancangan Village, with various dynamic efforts to make it happen. Panancangan Village is one of the villages in Cibadak District, Lebak Regency, Banten Province. Three methods are used in the Independent Creative Village Program activities: internal discussions and online and offline activities. The independent creative village program has been implemented in this service activity. The activities include digital marketing seminars for MSMEs, health seminars (pulmonary TB), and traditional game competitions in the Republic of Indonesia's Independence Day framework. Desa mandiri adalah desa yang mempunyai kemampuan dalam melaksanakan pembangunan desa untuk meningkatkan mutu kehidupan dan kehidupan yang sebesar-besarnya demi kesejahteraan masyarakat pedesaan dengan ketahanan sosial, ketahanan ekonomi, dan ketahanan ekologi secara berkelanjutan. Salah satu desa yang unggul dan mempunyai target untuk menjadi desa mandiri adalah Desa Panancangan, dengan berbagai upaya dinamis yang dilakukan untuk mewujudkannya. Desa Panancangan merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Metode yang digunakan dalam kegiatan Program Desa Kreatif Mandiri ini ada tiga metode, yaitu diskusi internal, aktivitas online dan aktivititas offline. Program desa kreatif mandiri telah diterapkan dalam kegiatan pengabdian ini. Kegiatannya berupa seminar digital marketing untuk UMKM, seminar kesehatan (TB Paru), lomba permainan tradisional dalam rangka Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Socialization of education and agriculture as a form of active contribution to support the development of independent village communities Adi Nugraha; Achmad Hafizh
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) Vol 3, No 1 (2024): Available Online in April 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jocse.v3i1.24376

Abstract

Lack of awareness and knowledge of the importance of education causes a decrease in student motivation and enthusiasm for studying and achieving dreams, so there is a need for educational socialization and a teaching program in schools and places to recite for students. In addition, there has been no innovation in agriculture, especially related to food security, and household waste is still often disposed of arbitrarily. The purpose of this study is to carry out community service by conducting socialization in the fields of education, agriculture, and waste management, which are still scattered. This program runs for one month, starting with observing the community, then formulating socialization materials and implementing the program directly. This research program went smoothly; it can be seen that the community is enthusiastic about participating in socialization and has begun to make some changes in the way garbage is cleaned. So that little by little, waste can begin to be minimized at certain points. Kesadaran dan pengetahuan yang minim akan pentingnya pendidikan menyebabkan menurunnya motivasi dan semangat siswa dalam menuntut ilmu dan meraih mimpi, sehingga diperlukan adanya sosialisasi pendidikan dan sebuah program mengajar di sekolah dan tempat mengaji bagi para pelajar. Selain itu, belum adanya inovasi di bidang pertanian khususnya terkait ketahanan pangan, dan masih sering membuang sampah rumah tangga seenaknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melaksanakan pengabdian masyarakat dengan melakukan sosialisasi dalam bidang pendidikan, pertanian dan penanggulangan sampah yang masih berserakan. Program ini berjalan dalam waktu satu bulan yang dimulai dengan melakukan observasi kepada masyarakat, kemudian merumuskan bahan sosialisasi dan melaksanakan program secara langsung. Program penelitian ini berjalan lancar yang dapat dilihat bahwa masyarakat semangat dalam mengikuti sosialisasi dan mulai melakukan beberapa perubahan dalam cara membersihkan sampah. Sehingga sedikit demi sedikit sampah mulai dapat diminimalisir pada titik-titik tertentu.
Education on energy-saving behavior and electrical safety using the demonstration method at RA Al-Istiqomah GSI Serdang Felycia, Felycia; Lufianawati, Dina Estining Tyas; Nugraha, Adi; Fauzan, Fiqih Dzikri; Pramudya, Galang Dimas
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) Vol 3, No 2 (2024): Available Online in October 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jocse.v3i2.29687

Abstract

The energy-saving and electrical safety awareness program at RA Al-Istiqomah GSI Serdang was designed to enhance children's understanding of electrical hazards and promote efficient energy use. The program used the demonstration method with safe electricity educational tools to deliver the material effectively. Children were taught preventive measures against electrical hazards, such as avoiding frayed cables and wet wires and safely using power sockets and electronic devices. Evaluation results showed an average questionnaire score of 4.66 points, which was categorized as very high, supported by interviews confirming participants' increased understanding. Energy-saving practices were presented through demonstrations, videos, and storytelling. This program effectively enhanced children's knowledge and positively impacted the educational environment at RA Al-Istiqomah. Penyuluhan tentang perilaku hemat energi dan keselamatan listrik di RA Al-Istiqomah GSI Serdang bertujuan meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap bahaya listrik dan penggunaan energi yang efisien. Kegiatan ini menggunakan metode demonstrasi dengan alat edukasi listrik aman untuk menyampaikan materi secara efektif. Anak-anak diajarkan tindakan pencegahan bahaya listrik, seperti menghindari kabel terkelupas, kabel yang basah, serta penggunaan stop kontak dan perangkat elektronik dengan aman. Evaluasi menunjukkan rata-rata skor kuisioner sebesar 4,66 poin dalam kategori sangat tinggi, didukung oleh wawancara yang mengonfirmasi peningkatan pemahaman peserta. Materi hemat energi disampaikan melalui demonstrasi, video, dan dongeng. Penyuluhan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman anak-anak dan memberikan dampak positif bagi lingkungan pendidikan di RA Al-Istiqomah.
Community empowerment through the implementation of innovative designs that are responsive to social needs Nugraha, Adi; Felycia, Felycia; Yudono, Muchtar Ali Setyo; Sriwijaya, Sayid Bahri
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) Vol 4, No 1 (2025): Available Online in April 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jocse.v4i1.33612

Abstract

This community service initiative was designed to develop and implement innovative programs tailored to address the needs of the community, particularly in the areas of education, health, and the environment. In the education domain, activities such as elementary school teaching and informal tutoring were carried out to boost students’ motivation and improve their comprehension of academic subjects. In the health sector, the program included anti-bullying campaigns, stunting prevention counseling, integrated health post (posyandu) facilitation, and general health screenings—all aimed at increasing community awareness regarding physical and mental well-being. Meanwhile, in the environmental field, the team conducted coconut tree planting and soil bioremediation efforts as a form of environmental preservation and ecological education. The implementation strategy involved direct engagement with the community through several stages: initial observation, program planning, execution, and final evaluation. The outcomes of this initiative indicate enhanced knowledge and active community participation in all three sectors. These results affirm that collaborative and innovative approaches in community service can contribute to sustainable solutions and foster an overall improvement in the community’s quality of life. Pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk mengembangkan dan melaksanakan program-program inovatif yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Di bidang pendidikan, kegiatan seperti pengajaran di sekolah dasar dan bimbingan belajar informal dilaksanakan untuk meningkatkan motivasi siswa dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap mata pelajaran akademis. Di bidang kesehatan, program ini mencakup kampanye anti perundungan, konseling pencegahan stunting, fasilitasi posyandu, dan pemeriksaan kesehatan umum—semuanya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesejahteraan fisik dan mental. Sementara itu, di bidang lingkungan, tim melakukan penanaman pohon kelapa dan upaya bioremediasi tanah sebagai bentuk pelestarian lingkungan dan pendidikan ekologi. Strategi pelaksanaannya melibatkan keterlibatan langsung dengan masyarakat melalui beberapa tahap: observasi awal, perencanaan program, pelaksanaan, dan evaluasi akhir. Hasil dari inisiatif ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan partisipasi aktif masyarakat di ketiga sektor tersebut. Hasil ini menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif dan inovatif dalam pengabdian kepada masyarakat dapat berkontribusi pada solusi berkelanjutan dan mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.