Desi Wulandari
Department of Clinical and Community Pharmacy, Faculty of Pharmacy and Science, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA, East Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

A Comparison of Potentially Inappropriate Medications Identification Using Beers and STOPP Criteria in Hospitalized Geriatric Patients in Jakarta Daniek Viviandhari; Nurhasnah Nurhasnah; Riska N. Sakinah; Desi Wulandari
Jurnal Farmasi Klinik Indonesia Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2022.11.2.105

Abstract

Adverse Drug Events (ADE) are closely related to Potentially Inappropriate Medications (PIMs) among the elderly, and can cause an increase in morbidity, mortality, and medical cost. The tools often used to assess PIMs include Beers and Screening Tool of Older Persons’ Prescriptions (STOPP) Criteria. Therefore, this study aimed to compare the PIMs identification using Beers 2019 and STOPP version 2 2016 Criteria. A descriptive-analytical method was used, and data were collected retrospectively from the medical records of 340 patients at Pondok Kopi Islamic Hospital period in 2018. The results showed that among 324 patients who met the inclusion criteria with Beers 2019, PIMs were present in 136 (41.85%), with 181 cases. Most of them were on criteria 3, namely 46 (25.41%) and 33 (18.23%) cases of furosemide and spironolactone, respectively. Meanwhile, out of 308 patients who met the inclusion criteria with STOPP, PIMs were found in 14 (4.55%) with a total of 18 cases. The use of aspirin or clopidogrel was observed in 7 people (38.89%) with uncontrolled severe hypertension, while NSAID usage was found in 3 uncontrolled severe hypertension patients (16.67%). Furthermore, there were 3 cases of aldosterone antagonist or ARB usage, which was combined with other drugs that can increase potassium without proper monitoring of the serum level (16.67%). In Pondok Kopi Islamic Hospital, Beers 2019 criteria can describe PIMs data better than the STOPP version 2 2016 due to data availability. Clinician and pharmacist collaboration is also needed in formulating the critical supporting data.Keywords: Beers 2019, geriatrics, PIMs, STOPP version 2 2016 criteria Perbandingan Identifikasi Obat yang Berpotensi Tidak Tepat Menggunakan Kriteria Beers dan Kriteria STOPP pada Pasien Geriatri Rawat Inap di JakartaAbstrakReaksi Obat yang Tidak Dikehendaki (ROTD) berkaitan erat dengan Obat yang Berpotensi Tidak Tepat (PIMs) pada lanjut usia dan selanjutnya menyebabkan peningkatan morbiditas, mortalitas, dan biaya pengobatan. Instrumen yang sering digunakan untuk menilai PIMs pada pasien lanjut usia adalah kriteria Beers dan STOPP. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan identifikasi PIMs menggunakan kriteria Beers 2019 dan kriteria STOPP versi 2 2016 pada pasien geriatri rawat inap di Rumah Sakit Islam (RSI) Pondok Kopi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis. Data dikumpulkan secara retrospektif berdasarkan rekam medis RSI Pondok Kopi periode tahun 2018. Populasi data adalah 340 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 324 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dengan kriteria Beers 2019, PIMs ditemukan pada 136 pasien (41,85%), dengan 181 kasus. Sebagian besar PIMs yang ditemukan berada pada kriteria 3, yaitu menggunakan furosemid sebanyak 46 kasus (25,41%) dan diikuti dengan penggunaan spironolakton sebanyak 33 kasus (18,23%). Sedangkan dari 308 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dengan kriteria STOPP versi 2 2016, PIMs ditemukan pada 14 pasien (4,55%), sebanyak 18 kasus. PIMs yang paling banyak ditemukan adalah penggunaan aspirin atau clopidogrel dalam 7 kasus (38,89%) pada pasien dengan hipertensi berat yang tidak terkontrol diikuti oleh penggunaan NSAID pada pasien hipertensi berat yang tidak terkontrol pada 3 kasus (16,67%) dan antagonis aldosteron atau penggunaan ARB bila dikombinasikan dengan obat yang dapat meningkatkan kalium tanpa pemantauan kadar kalium serum pada 3 kasus (16,67%). Di RSI Pondok Kopi, kriteria Beers 2019 menggambarkan data PIMs lebih baik dibandingkan kriteria STOPP versi 2 2016 mempertimbangkan ketersediaan data. Kolaborasi klinisi dan apoteker diperlukan dalam merumuskan data pendukung yang diperlukan dalam menilai PIMs.Kata kunci: Beers 2019, geriatri, PIMs, kriteria STOPP versi 2 2016