Emma Frida Manurung
STIKes Putra Abadi Langkat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Relationship Of Stress Level With Menstrual Cycle Disorders In SMK Health Nafsiah Stabat Year 2022 Emma Frida Manurung
Science Midwifery Vol 10 No 3 (2022): August: Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v10i3.673

Abstract

High and continuous stress can endanger the health of adolescents, where adolescents are the forerunners of the nation's successors. The future of the nation is in their hands. Adolescent girls as teenagers besides being the nation's successors in the field of development also play a role in giving birth to the next generation biologically. As the nation's successor, young women are expected to be healthy so that the quality of the nation's children is physically, psychologically and intellectually healthy. Normally, young women experience menstruation every month with a span of 21-35 days each time they menstruate. The normal menstrual cycle physiologically describes the reproductive organs that tend to be healthy and not problematic. When young women are stressed, it can cause menstrual cycle disorders, This study aims to determine the relationship between stress levels and menstrual cycle disorders in adolescent girls in grades X and XI at the Nafsiah Stabat Health Vocational School in 2022. The type of research used is descriptive correlation with a cross sectional study design. The research was conducted at the Nafsiah Stabat Health Vocational School with a sample of 34 people. Based on the results of the chi-square test using a computer, the results (p value) = 0.000 which is smaller than 0.05 can be concluded that Ho is rejected and Ha is accepted at a 5% significance level. So there is a relationship between stress levels and menstrual cycle disorders in adolescent girls at the Nafsiah Stabat Health Vocational School in 2022 at the level of confidence/significant (a) = 5% (0.05) obtained p value = 0.
HUBUNGAN FAKTOR INDIVIDU DAN FAKTOR OGRANISASI DENGAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT PGI CIKINI JAKARTA: Nama Lengkap Penulis : Emma Frida Manurung,S.Kep,M.Kep Emma Frida Manurung
EVIDANCE BASSED JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2021): Volume 2 Edisi: 1 April 2021
Publisher : Media LPPM Sehati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71283/ebj.v2i1.27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambar hubungan faktor individu dan faktor organisasi dengan pendokumentasian asuhan keperawatan di ruang rawat inap rumah sakit PGI Cikini. Penelitian merupakan penelitian disktiptive correlational yang mengumpulkan datanya secara cross sectional. sampel penelitian adalah perawatan pelaksana diruang rawat inap rumah sakit PGI Cikin jakarta, dengan total sampele 129 perawat pelaksana. Instrumen yang digunakan adalah instrumen faktor individu (umur,tinkat pendidikan, lama kerja, pelatihan pendokumentasi) dan faktor organisasi (supervisi, uraian tugas, dan penghargaan) dari teori dan konsep prilaku /kinerja gipson (1996) dan instrumen pendokumentasian dielaborasi dari instrumen depkes RI 1997 dan telah disesuaikan dengan kebutuhan penelitian instrumen faktor individu terdira dari 4 pertanyaan. Hasil uji coba validiatas dan realibilitas instrumen menggunakan Alpha cronbach dengan hasil baik. Masing masing 0,9497 dan 0,8160. Hasil penelitian faktor individu adalah kelompok umur 25-40 tahun sebanyak (54,26%),tingkat pendidikan tertinggi yaitu D-III Keperawatan (71,32%), lama kerja < 5 tahun (36,43%) dan responden yang pernah mengikuti pelatihan dokumentasi asuhan keperawatan (37,21%) dan hasil penelitian organisasi adalah sepervisi pimpinan yang disarankan perawat pelaksana dengan kategori baik 46,5% uraian tugas dengan kategori baik 48,1% dan penghargaan pimpinan rumah sakit yang dirasakan perawat pelaksana dengan kategori baik adalah 41,9%. Analisa statistik (p < 0,05) mernunjukkan bahwa ad hubungan yang bermakna antara faktor organisasi dengan pendokumentasian aasuhan keperawatan, sedangkan pada faktor individu yaitu umur, tingkat pendidikan, lama kerja dan pelatihan dokumentasi yang berhubungan dengan pendokumentasian asuhan keperawatan adalah tingkat pendidikan.hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling berhubungan dengan pendokumentasian asuhan keperawatan Adalah penghargaan dan pendidikan