Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Determinants of Stunting in Children Under Five in Rural Areas Eva Purwita
Science Midwifery Vol 10 No 4 (2022): October: Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v10i4.729

Abstract

Stunting is a major nutritional problem that will have an impact on social and economic life in society. Stunting is prone to occur in toddlers. Stunting toddlers tend to find it difficult to achieve optimal growth and development potential, both physically and psychomotor. This study is a systematic review using online databases, namely Sciencedirect, ProQuest, Scopus, and Google Scholar. The keywords used are stunting, toddlers, rural areas and their impact. The purpose of the systematic review is to analyze the factors that influence the incidence of stunting in children under five in rural areas. The results of the review show that the factors that influence the occurrence of stunting in children under five in rural areas are mother's education, family income, mother's knowledge of nutrition, exclusive breastfeeding, age of giving complementary feeding, levels of zinc and iron adequacy, history of infectious diseases. and genetic factors. However, for the mother's employment status, the number of family members, immunization status, energy adequacy level, and LBW status did not affect the occurrence of stunting. The factor that most influences the occurrence of stunting in children under five in rural areas is the level of zinc adequacy. It is recommended for the community to be active in outreach activities and other health activities carried out in order to improve health status and for mothers should routinely carry out weighing at the nearest posyandu so that the growth and development of children can be monitored and can be handled immediately if problems are found in the child's growth and development.
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Cara Mencegah Anemia dengan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Tambah Darah khalmidawati khalmidawati; Eva Purwita; Jasmiati Jasmiati
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 2 (2026): Februari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia tetap menjadi faktor tidak langsung utama yang berkontribusi terhadap kematian ibu selama kehamilan di Indonesia, dengan prevalensi meningkat dari 37,1% pada tahun 2013 menjadi 48,9% pada tahun 2018. Kabupaten Aceh Utara melaporkan 20,6% kasus anemia ringan pada tahun 2024. Meskipun program suplementasi zat besi, kepatuhan tetap rendah, berpotensi karena pengetahuan yang tidak memadai. Studi cross-sectional ini meneliti hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan anemia dan kepatuhan konsumsi tablet zat besi di Puskesmas Nisam, Kecamatan Aceh Utara. Empat puluh dua wanita hamil direkrut melalui pengambilan sampel yang tidak disengaja. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil menunjukkan 42,9% memiliki pengetahuan yang buruk dan 52,4% tidak mematuhi suplementasi zat besi. Analisis statistik mengungkapkan hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan kepatuhan (p = 0,001). Wanita hamil dengan pengetahuan yang lebih baik menunjukkan kepatuhan yang lebih tinggi dalam mengonsumsi tablet zat besi. Pendidikan kesehatan selama perawatan antenatal harus diintensifkan untuk meningkatkan pemahaman tentang pencegahan anemia dan meningkatkan kepatuhan terhadap suplementasi zat besi.
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Pemakaian Alat Kontrasepsi MKJP di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Baro, Aceh Besar Nurmahlina Nurmahlina; Eva Purwita; Yushida Yushida
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 3 (2026): MARET 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of long-acting reversible contraception (LARC) is one of the most effective strategies to control population growth and improve maternal health. According to the World Health Organization (WHO), the global use of contraception among women aged 15–49 years increased from 47.7% in 2000 to 49.0% in 2023. However, the utilization of long-acting contraceptive methods is still relatively low compared to short-term methods. This study aimed to determine the factors associated with the use of long-acting reversible contraception (LARC) in the working area of Kuta Baro Community Health Center, Aceh Besar. This research used an analytical survey with a cross-sectional design. The population consisted of couples of reproductive age who were family planning acceptors in the working area of Kuta Baro Health Center. A total of 93 respondents were selected using purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using the Chi-Square test. The results showed that there were significant relationships between age (p = 0.022), parity (p = 0.022), occupation (p = 0.000), and education (p = 0.000) with the use of long-acting contraceptive methods. In conclusion, age, parity, occupation, and education are significantly associated with the use of long-acting reversible contraception. Health workers are expected to provide more intensive counseling to increase the utilization of long-acting contraceptive methods among couples of reproductive age.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Peran Ayah dalam Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap di Wilayah Kerja Puskesmas Alue Bilie Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya Syarifah Fuwan; Eva Purwita; Nurlaila Ibrahim
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi dasar lengkap merupakan salah satu upaya preventif yang efektif dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian anak akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Rendahnya cakupan imunisasi dasar lengkap masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Nagan Raya. Peran ayah dalam pengambilan keputusan keluarga memiliki pengaruh penting terhadap keberhasilan program imunisasi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi peran ayah dalam pemberian imunisasi dasar lengkap di wilayah kerja Puskesmas Alue Bilie Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ayah yang memiliki anak usia 12–18 bulan sebanyak 63 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ayah dengan peran ayah dalam pemberian imunisasi dasar lengkap (p-value = 0,025), faktor ekonomi (p-value = 0,001), dan akses pelayanan kesehatan (p-value = 0,000). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan, ekonomi, dan akses pelayanan kesehatan berpengaruh terhadap peran ayah dalam pemberian imunisasi dasar lengkap.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kunjungan Bidan Desa pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Baro Cut Mir’athul Iman TS; Nurlaili Ramli; Eva Purwita
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematian maternal masih menjadi masalah kesehatan global dan merupakan indikator utama keberhasilan program kesehatan ibu yang diukur melalui Angka Kematian Ibu (AKI). Salah satu upaya penurunan AKI dilakukan melalui pelayanan masa nifas oleh bidan desa. Keberadaan bidan yang menetap di desa diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan ibu, termasuk kunjungan nifas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kunjungan bidan desa pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 25 bidan desa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher Exact Test. Variabel yang diteliti meliputi pengetahuan, pengalaman kerja, dan tempat tinggal bidan desa terhadap kunjungan nifas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara pengetahuan (p-value = 0,230), pengalaman kerja (p-value = 0,072), dan tempat tinggal bidan desa (p-value = 0,561) dengan kunjungan bidan desa pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro. Disimpulkan bahwa kunjungan bidan desa pada ibu nifas tidak dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, pengalaman kerja, maupun tempat tinggal bidan di desa. Oleh karena itu, diperlukan penyusunan program pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), khususnya kunjungan nifas oleh bidan, serta pelaksanaan supervisi lapangan secara berkala untuk meningkatkan kinerja dan motivasi bidan dalam melakukan kunjungan rumah.