Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Program ayo ceting Puskesmas Andalas “ ibu hamil, bayi dan balita terpantau tanpa harus keluar rumah” dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat Anne Rufaridah; Asmita Dahlan; Wuri Komalasari; Aida Yulia
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 3 No. 1 (2022): April
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v3i1.92

Abstract

Pembangunan nasional yang disusun berdasarkan perencanaan, menyeluruh, terpadu, terarah dan berkesinambungan adalah upaya nyata untuk mewujudkan tujuan nasional bangsa Indonesia. Bidang Kesehatan adalah satu dari tiga aspek yang menjadi prioritas utama dalam pembangunan bangsa. Berdasarkan Permenkes. No 44 tahun 2020, Puskesmas dituntut untuk memberikan pelayanan yang optimal berdasarkan standar baku. Pada era ini tuntutan publik terhadap layanan kesehatan yang memuaskan atau “service excellent” menjadi semakin tinggi. Salah satu program inovasi Puskemas Andalas yang dilakukan untuk menuju service excellent yaitu Program Ayo Ceting. . Program Ayo Ceting menggunakan strategi transfer pengetahuan untuk menciptakan perubahan pengetahuan, kesadaran dan perilaku. Hal ini sejalan dengan Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting 2018-2024, dimana pilar kedua adalah “Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Dalam Percepatan Pencegahan Stunting”, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mengubah perilaku masyarakat untuk mencegah stunting di periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Tujuan Ayo Ceting adalah memantau kesehatan Ibu selama hamil, bayi dan balita selama masa pandemic tidak keluar rumah. Ini merupakan program inovasi untuk mencegah kejadian Stunting. Melalui program ini peningkatan pengetahuan dan pemahaman ibu hamil mengenai stunting dan pencegahannya, meningkatkan kualitas gizi serta meningkatkan akses layanan gizi ibu hamil, bayi dan balita. STIKES Ranah Minang merupakan salah satu kampus kesehatan yang berada di Kota Padang aktif melakukan Pengabdian Kepada masyarakat dengan bersinergi dengan Puskesmas Andalas dalam rangka membantu mencegah kejadian stunting. Puskemas Andalas sebagai Puskesmas yang berada satu wilayah dengan STIKes Ranah Minang. Program Ayo Ceting (Ayo Cegah Stunting) untuk mengintervensi kelompok sasaran ibu hamil, bayi dan balita. Diawali pembentukan Whatsapp Grup Ibu Hamil, intervensi gizi di Rumah Gizi serta aplikasi “Ayo Ceting”; sebagai media edukasi digital. Kegiatan dilakukan diwilayah Kelurahan Parak Gadang yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Andalas. Sosialisasi ini dilakukan melalui kegiatan praktek kebidanan komunitas menggunakan poster dan dilakukan ke rumah rumah bersama tim dosen dan Mahasiswa. Hasil yang diharapkan 100% warga menggunakan aplikasi program ayo ceting di smartphone masing-masing.
Efektivitas Media Edukasi Leaflet dan Video terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Remaja tentang Seks Pranikah Leni Tri Wahyuni; Wuri Komalasari; Sri Marlia
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Vol 20 No. 01 JULI 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v20i1.8151

Abstract

Permasalahan seks pranikah di kalangan remaja menjadi perhatian global. Laporan UNICEF dan World Health Organization (WHO), di sejumlah negara maju, sekitar 60–70% remaja berusia 15-19 tahun terlibat dalam aktivitas seksual pranikah. Lebih memprihatinkan lagi, terjadi peningkatan penggunaan alat kontrasepsi di kalangan remaja. Laporan WHO tahun 2024 di 40 negara Eropa dan Asia Tengah, bahwa hanya 57% anak perempuan dan 61% anak laki-laki usia 15 tahun menggunakan kondom saat berhubungan seksual. Permasalahan ini juga terjadi di Indonesia. Indonesia berada pada peringkat ke-2 dalam kasus pernikahan anak di bawah umur. Data IDHS lima tahun terakhir, 8% remaja laki-laki dan 2% remaja perempuan usia 15–24 tahun sudah aktif melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Pada usia 15-19 tahun tercatat 74% laki-laki dan 59% perempuan aktif secara seksual serta terlibat dalam hubungan seksual pranikah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas media edukasi leaflet dan video terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja tentang seks pranikah. Jenis penelitian ini adalah Quasy Eksperiment dengan rancangan pretest-posttest two group design. Sampel berjumlah 58 siswa-siswi SMA dengan membagi 2 kelompok, yaitu 29 dengan media leaflet dan 29 dengan media video. Analisis data dilakukan dengan uji statistik univariat dan bivariat dengan menggunakan Wilcoxon, kepercayaan 95%, α = 0,05. Hasil penelitian dari media leaflet, didapatkan pengetahuan baik sebelum perlakuan 48,83 % dan sesudah 51,72%, sikap positif sebelum perlakuan 34,48% dan sesudah 55,17%. Dengan media video, pengetahuan baik sebelum perlakuan 55,17% dan sesudah 68,97%, sikap positif sebelum perlakuan 48,28% dan sesudah 62,07 %.  Hasil uji statistik menunjukkan ada perbedaan efektivitas pengetahuan dengan media edukasi leaflet dan video dengan p-value 0,022, sedangkan sikap, ada perbedaan efektivitas antara media edukasi leaflet dan video dengan p-value 0,026. Dapat disimpulkan bahwa media edukasi video lebih efektif daripada leaflet..Kata Kunci:  Seks Pranikah, Edukasi Remaja, Media Leaflet dan Video, Pengetahuan dan Sikap