Slamet Afandi
Teknik Elektronika, Politeknik Gajah Tunggal

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Keefektifan Sistem Spraying Mesin Cleaning Mold dengan Metode Overall Equipment Efectiveness (OEE) di Plant A PT RST Bindari Cahyang Badrhamastu; Slamet Afandi
Jurnal Instrumentasi dan Teknologi Informatika (JITI) Vol. 4 No. 1 (2022): November
Publisher : Prodi D3 Teknik Elektronika Politeknik Gajah Tunggal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada berbagai macam proses dalam pembuatan ban di pabrik A PT RST. Salah satunya adalah proses curing. Proses curing adalah proses pemasakan ban dari ban hijau menjadi ban. Proses curing membutuhkan berbagai macam part yang terdapat pada mesin curing. Salah satu bagian terpenting dalam proses adalah cetakan. Cetakan adalah bagian yang digunakan untuk mencetak ban yang akan dimasak. Cetakan yang digunakan harus dibersihkan dalam jangka waktu tertentu dan dalam kondisi tertentu di area pembersihan cetakan. Ada 3 mesin pembersih cetakan. Mesin tersebut terdiri dari 1 mesin otomatis dan 2 mesin manual. Ketiga mesin tersebut digunakan untuk membersihkan ukuran yang berbeda. Pada mesin manual, aktivitas pembersihan mould masih dilakukan oleh operator. Cara kerjanya adalah operator menembakkan nozzle ke mesin cetakan pembersih yang berputar. Operator harus memastikan bahwa cetakan yang telah dibersihkan dapat digunakan untuk proses curing. Hal ini menyebabkan proses pembersihan mould pada mesin manual memakan waktu yang cukup lama karena kebersihan mould tergantung dari asumsi masing-masing operator yang bekerja di area tersebut. Selain itu, salah satu proses penting dalam menciptakan efisiensi dan kebersihan pada cetakan adalah proses pembersihan cetakan yang menggunakan bahan B3. Masalah yang sering terjadi pada proses pembersihan mould adalah kontak fisik langsung operator dengan material B3 sehingga kurang safety dalam proses pembersihan mould. Berdasarkan akar permasalahan tersebut maka diperlukan mesin pembersih cetakan yang dapat meningkatkan keamanan pembersihan cetakan agar operator tidak melakukan kontak langsung dengan bahan B3. Penelitian ini akan merancang mesin pembersih cetakan otomatis
Ringkasan Sistem Kontrol Otomatis High Pressure Oil Pump Pada Mesin Curing Tire Press Hydraulic Indi Alviyassin Firmansyah; Slamet Afandi
Jurnal Instrumentasi dan Teknologi Informatika (JITI) Vol. 4 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Prodi D3 Teknik Elektronika Politeknik Gajah Tunggal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses curing merupakan salah satu proses dalam pembuatan ban. Terdapat tiga belas pompa oli power pack dalam proses curing, mesin BTC.02.OP.03 merupakan salah satu mesin yang digunakan dan berperan penting dalam proses curing.Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah metode pengukuran yang digunakan untuk mengetahui kinerja mesin BTC.02.OP.03. Saat ini nilai OEE mesin sebesar 83,6%. Hasil perhitungan OEE menunjukkan bahwa nilai indikator availability rate adalah 89,1%, selain itu downtime mesin ini adalah 4942 menit per bulan untuk periode Oktober – Desember 2021. Indikator ini menunjukkan peluang untuk meningkatkan kinerja OEE, sehingga angka pompa ditambahkan ke mesin BTC. .02.OP.03. Upaya lain untuk meningkatkan tingkat ketersediaan mesin BTC.02.OP.03 adalah mengotomatiskan sistem pemrograman pompa. Tujuan dari penulisan makalah ini adalah (1) merancang desain rangka dan penggunaan material pendukung alat yang dimodifikasi, (2) merancang sistem kendali dan diagram tangga menggunakan PLC Omron Tipe CPM2A dan (3) mengetahui pengaruh modifikasi pada penurunan waktu henti dan peningkatan tingkat ketersediaan pada mesin BTC. .02.OP.03. Hasil modifikasi mempengaruhi OEE menjadi 98%, hal ini merupakan dampak dari availability rate yang meningkat menjadi 99,1%.