Tommy Firmansyah
Universitas Indraprasta PGRI

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Ikonologi Wayang Kreasi Sebagai Pengembangan Seni Rupa Tommy Firmansyah; Taufik Akbar
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 5, No 1 (2022): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v5i1.7862

Abstract

Wayang Kreasi menjadi wujud wayang baru yang berkembang sesuai dengan hasil pemikiran penciptanya sebagai identias visual merek dagangnya. Penelitian ini memfokuskan pada makna intrinsik pada rupa wayang kreasi dan kecenderungan gaya visual yang dimilikinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan ikonologi melalui pemikiran Erwin Panofsky. Ikonologi merupakan cabang dari sejarah seni yang berkaitan dengan pokok bahasan (subject matter) atau makna dari karya seni. Berdasarkan hasil analisis interpretasi ikonologi diperoleh temuan suatu motif artistik dalam visualisasi rupa wayang kreasi berupa gambar dinamika sosial-budaya masyarakat saat ini dengan makna ekspresioal tertentu yang menjadi makna intrinsik dalam interpretasi ikonologi, seperti rupa Wayang Rai Wong dengan makna ekpresional sebagai realistik figur (bentuk nyata/asli), rupa Wayang Kampung Sebelah dengan makna ekpresional kearifan, dan  kesederhana dalam menggambarkan keadaan masyarakat saat ini dengan dinamika sosial-budayanya, dan rupa Wayang Kancil dengan makna ekpresional sebagai realistik figur dengan gambaran karakter-karakter manusia. Ditemukan pula bahwa penggunaan rupa pada masing-masing jenis wayang kreasi sebagai identitas visual wayang kreasi cenderung dipengaruhi gaya objektik dimana ekspresi sebuah objek yang mudah dikenali atau familiar yang kemudian membawa pada konsep perwujudan ikonis realistik. Dalam sejarah tipe perwujudan secara ikonis ekpresi sebuah objek familiar banyak digunakan untuk menyatakan hubungan objektif antara ikon rupa wayang kreasi dengan rupa keadaan nyata.