Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Memo Education Health Sebagai Upaya Pencegahan DBD di Kelurahan Mekarjaya Tahun 2022 Asri Herawati; Achmad Lukman Hakim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jpmsk.v2i2.94

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit endemis di Indonesia dan beberapa negara. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) ditularkan melalui gigitan nyamuk dari Genus Aedes terutama Aedes Aegypti. Oleh sebab itu, upaya pencegahan DBD harus dilaksanakan sekarang yang diadakan oleh pemerintah adalah PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) yang dilakukan dengan cara 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mendaur Ulang). Tujuan: Tujuan diadakannya kegiatan fasilitasi kesehatan masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman tentang pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui media Memo Education Helath (Monopoli Edukasi Kesehatan). Metode: Pengabdian ini dilaksanakan dengan memberikan konseling, menggunakan media yaitu Memo Education Health atau Monopoli Edukasi Kesehatan yang bertujuan untuk menciptakan komunikasi dua arah dan membuat peserta aktif. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan secara langsung pada Rabu, 03 Agustus 2022 pukul 08.00-12.00 WIB dengan diikuti oleh 20 peserta. Tim penyuluh terdiri dari 2 dosen, 1 petugas kesling UPTD Puskesmas Kecamatan Sukmajaya, dan 6 orang mahasiswa. Peserta terdiri dari ibu rumah tangga yang tinggal di sekitar wilayah RW.11 Kelurahan Mekarjaya Kecamatan Sukmajaya Depok.   Hasil: Berdasarkan hasil pre-test dan post-test terdapat perbedaan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan Fasilitasi Kesehatan Masyarakat dengan memo education health sebagai upaya pencegahan DBD di Kelurahan Mekarjaya Tahun 2022. Terdapat 12 peserta (70%) dengan tingkat pengetahuan baik sebelum diberikan Fasilitasi Kesehatan Masyarakat meningkat menjadi 17 (100%). Terdapat 5 peserta (30%) dengan tingkat pengetahuan kurang baik sebelum diberikan Fasilitasi Kesehatan Masyarakat menurun menjadi 0 peserta (0%). Kesimpulan: Pengabdian masyarakat ini menunjukan adanya peningkatan pesera. Sebelum diberikan fasilitasi kesehatan masyarakat sebesar 12 peserta (70%) yang memiliki tingkat pengetahuan baik tentang perilaku PSN 3M Plus, namun setelah diberikan fasilitasi kesehatan masyarakat semua peserta sebanyak 17 peserta (100%) pengetahuannya meningkat.
Pemanfaatan Media Website “Mantes” untuk Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat tentang Cek Kesehatan Sekar Okta Deliana; Achmad Lukman Hakim; Emi Oktavia Sari; Hikmah Apriyanti; Syifa Pauziah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jpmsk.v2i2.103

Abstract

Introduction: Currently Indonesia ranks seventh out of ten countries with the highest prevalence of diabetes mellitus at 10.6% of the total population. Depok City is the area with the highest DM incidence rate in West Java, namely 2.9% of the population. Objectives: This Field Study Practice III aims to educate the importance of health checks, especially for people who have a hereditary history of diabetes mellitus by using the website "Bersama Lawan Diabetes" at the UPTD Puskesmas Sukmajaya, Depok City in 2022. Method: The method of socialization that we used is giving lectures, assignments, discussions, and the presentation which was held on November 15 2022 with the target of the activity namely 15 patients in the working area of ​​the UPTD PKM Sukmajaya, both diabetes patients and general patients. This community service activity was successful, as seen from the enthusiasm of the participants and increased knowledge as seen from the results of the pre-test and post-test where the data were managed using Microsoft Office. Result: After counseling, 13 out of 15 participants experienced an increase in knowledge, whereas previously the pretest results showed only 5 out of 15 who only managed to answer questions correctly. Conclusion: Based on the results of the activities above, it can be concluded that there are differences in community knowledge before and after the implementation of socialization regarding the use of the MANTES website. there is an increase in knowledge and understanding of the importance of routine health checks after this community service is held.
Analisis Kepuasan Kerja Karyawan Klinik Aminah Amin Rianta 1 Kota Samarinda Fajrian Nur; Achmad Lukman Hakim; Siti Aminah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.156

Abstract

Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor kunci yang menentukan kinerja dan produktivitas karyawan dalam suatu organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja, beban kerja, gaya kepemimpinan, kompensasi kerja, dan Organizational Citizenship Behavior (OCB) terhadap kepuasan kerja karyawan di Klinik Aminah Amin Rianta 1, Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh karyawan klinik sebanyak 31 orang yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert yang mengukur enam variabel utama. Analisis data dilakukan melalui uji univariat, bivariat (korelasi Pearson), dan multivariat (regresi linier berganda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, kelima variabel independen berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja (p < 0,05) dengan koefisien determinasi sebesar 96,1%. Secara parsial, seluruh variabel independen juga menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan faktor-faktor organisasi seperti lingkungan kerja yang kondusif, sistem kompensasi yang adil, gaya kepemimpinan yang suportif, serta dorongan terhadap perilaku OCB dalam meningkatkan kepuasan kerja, kinerja, dan retensi karyawan