Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

REALIZATION OF EXTRADITION BASED ON UNITED NATIONS CONVENTION AGAINST TRANSNATIONAL ORGANIZED CRIME AND THE ROLE OF IMMIGRATION IN IMPLEMENTATION Dwi Nuryani
Journal of Law and Border Protection Vol 4 No 1 (2022): JLBP : Journal of Law and Border Protection
Publisher : Polteknik Imigrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52617/jlbp.v4i1.287

Abstract

Extradition is a path taken by countries that want to return criminals to the locus delicti country. Extradition is carried out based on an extradition treaty bilaterally or multilaterally, if there is no agreement, extradition can be carried out on the basis of good relations and if the interests of the country so desire. There are several guiding principles in the implementation of extradition in Indonesia, which are contained in Law no. 1 of 1979 concerning extradition. In addition, Indonesia is also one of the countries that ratify UNCATOC which in article 16 regulates or discusses extradition. The Directorate General of Immigration is a government agency that has duties and functions in terms of traffic of people leaving or entering the territory of Indonesia, in the implementation of these duties and functions there are intersections or benefits in the implementation of extradition which can provide information on Indonesian citizens or foreigners in terms of traffic of people. entering and leaving the territory of Indonesia, providing assistance in the form of travel letters to suspected perpetrators of crimes, including them on the list of prevention and deterrence, coordinating with state representatives abroad or immigration attaches in the diplomatic process, and much more. There for immigration is an institution that has an important role in the implementation of extradition because it relates to other countries which are included in the duties, functions, and powers of immigration.
PROSES PELAKSANAAN EKSPOR FURNITURE OLEH PT KUSUMA MITRA KARGO SEMARANG Dwi Nuryani; Rosyid Ichsanto
MUARA Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Akademi Pelayaran Nasional Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62826/muara.v6i2.77

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah : Kurangnya pemahaman pengguna jasa dalam kegiatan ekspor. Ada beberapa kesalahan yang terjadi pada dokumen-dokumen dalam pengiriman. Situs web acces milik Pelindo Terminal Petikemas Semarang sering mengalami gangguan dan sulit diakses. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui prosedur pengiriman barang ekspor pada PT Kusuma Mitra Kargo Semarang. 2) Untuk mengetahui dokumen apa saja yang diperlukan dalam pengiriman barang ekspor. 3) Untuk mengetahui instansi-instansi yang terkait dalam proses pelaksanaan ekspor pada PT Duwa Admimuda oleh Ekspedisi Muatan Kapal Laut PT Kusuma Mitra Kargo.     Penelitian ini dilaksanakan di PT Kusuma Mitra Kargo Semarang dari bulan Februari 2022 sampai Mei 2022. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data : observasi, interview, dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dilakukan reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan informasi yang dijadikan peneliti adalah staff operasional ekspor.Hasil dari penelitian itu adalah : 1) Proses ekspor meliputi : terima   dokumen   Shipping Instruction, Pick Up kontainer di Depo Stuffing,  Pengurusan PEB, COO dokumen yang diperlukan dalam proses Lift On kontainer ekspor seperti Shipping Instruction atau SI, Packing List, Invoice, Booking Confirmation. 2) PT Kusuma Mitra Kargo Semarang terdapat beberapa dokumen ekspor di antaranya: Shipping Instruction (SI), Invoice, Packing List, Delivery Order (D.O), COO (Certificate Of Origin),  NPE (Nota Pelayanan Ekspor), Equipment Interchange Receipt (EIR), Job Order, Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dan Bill of Lading (B/L). 3) Instansi-Instansi Yang Terkait Dalam Proses Ekspor adalah sebagai berikut: PT Pelindo III Cabang Tanjung Emas Semarang, Bank Devisa, Bea dan Cukai, Freight Forwarding / EMKLPerusahaan Pelayaran, Depo Container, Perusahaan Angkutan Darat, Terminal Petikemas
AKTIVITAS RECEIVING DI GUDANG UMUM PT EASTERN LOGISTICS LAMONGAN JAWA TIMUR Dwi Nuryani; Intan Shara Dewi
MUARA Vol 1, No 1 (2018): MUARA
Publisher : Akademi Pelayaran Nasional Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62826/muara.v1i1.3

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini yaitu, barang yang dipesan tidak sesuai purchase order, banyak material yang rusak akibat pengepakan yang kurang sesuai saat pengiriman, terbatasnya karyawan dalam gudang yang mengakibatkan keterlambatan saat proses pemeriksaan dan bongkar barang. Tujuan penelitian ini adalah : 1). Untuk mendeskripsikan Aktivitas Receiving di Gudang umum PT Eastern Logistics di Lamongan Jawa Timur. 2). Untuk mendeskripsikan hambatan-hambatan apa saja yang terjadi pada Aktivitas Receiving di gudang umum PT Eastern Logistics di Lamongan Jawa Timur.Penelitian ini dilaksanakan di PT Eastern Logistics di Lamongan Jawa Timur dari bulan Februari 2018 sampai dengan bulan April. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif diskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, interview, dokumentasi. Data yang telah terkumpul kemudian dilakukan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dokumen yang digunakan saat aktivitas receiving antara lain, purchase order, delivery order, dan receiving report.Hasil penelitian ini adalah: 1). Aktivitas Receiving di gudang umum PT Eastern Logistics di Lamongan Jawa Timur terdiri dari serangkaian kegiatan antara lain: a). Persiapan Peralatan. b). Persiaan Tenaga Kerja. c). Persiapan Dokumen. d). Persiapan Tempat. f). Proses Receiving di Gudang Umum. h). Pelaporan dan Evaluasi Receiviving. 2) Secara umum Aktivitas Receiving di Gudang umum Lamongan Jawa Timur masih ada beberapa hambatan antara lain: a). Pengiriman barang Chemical yang dipesan tidak sesuai dengan ketentuan dan persyaratan Safety, tidak menyertakan Material Safety Data Sheet (MSDS). b).Saat pengiriman solar diarea Fuel Station driver tidak menggunakan sarung tangan, Coverall, Safety Shoes, dan Helmet. c). Banyak material ditempatkan di lantai yang mengakibatkan kerusakan pada barang.