Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategy analysis of directoring of the ketoprak event at LPP RRI Semarang Sri Hastuti
The Indonesian Journal of Communication Studies Vol 15, No 1 (2022): The Indonesian Journal of Communication Studies
Publisher : Department of Communication Studies, Faculty of Social and Political Sciences Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/ijcs.v15i2.6143

Abstract

LPP RRI Semarang has a function not only to provide information and entertainment but also to contribute to the preservation of local culture by presenting various cultural arts programs such as "ketoprak". The ketoprak program is one of the flagship programs that have loyal fans. so, to maintain its existence, it is important for a director of the ketoprak program to understand this art. The main obstacle in this program is how a director must think creatively in the production process by utilizing existing resources so that it remains attractive to listeners in today's competition in the radio industry. Thus, a good strategy is needed by the director in the production of the ketoprak program. This research is presented qualitatively with a phenomenological approach where the experience of a director of a ketoprak program is the main focus. The production of the ketoprak program is divided into four stages, namely, Pre-Production, Training, Production, and Post-Production. The director of the ketoprak program was directly involved in all these stages, both ideas, and technical matters. Director In the pre-production process, the director coordinates with the producer and scriptwriter in terms of finding story ideas. The script was implemented in rehearsal by all actors and crew. In the production process, the director is fully responsible for its implementation. Lastly, in post-production, the director leads the evaluation.
PENYUTRADARAAN ACARA KETHOPRAK DI RRI PURWOKERTO Sri Hastuti; Purwanto; Ade Wahyudin

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v9i2.2074

Abstract

Abstrak: RRI Purwokerto mempunyai produksi acara yang bertajuk “Kethoprak” yang menunjukkan budaya lokal dan digemari oleh pendengar karena pengemasan program dibuat lebih mendekatkan pada pendengar. Acara tersebut lebih mengutamakan kreativitas dan improvisasi dengan karakter yang dimiliki oleh masing-masing pemain. Sebagai pegangan, pemain mengacu pada naskah yang dibuat oleh sutradara meskipun hanya berupa kerangka cerita serta beberapa catatan yang berkaitan dengan ”Kethoprak”. Permasalahan yang dihadapi oleh RRI Purwokerto adalah tidak semua sutradara mampu memahami karakter dan jiwa dari kesenian kethoprak disebabkan latarbelakang budaya yang dimiliki oleh masing masing sutradara. Selain itu, tidak banyak sutradara yang tertarik sebagai sutradara kethoprak karena ada kecenderungan lebih suka menjadi sutradara drama yang dipandang lebih bersifat umum dan tidak rumit proses produksinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori Penyutradaraan dan konsep Ketoprak yang digambarkan secara diskriptif dengan analisa tahapan produksi mulai dari tahap perencanaan, tahap produksi dan tahap paska produksi. Perencanaan diawali dengan cara menganalisa naskah, memahami karakter dan mengoptimalkan peran kedalam naskah produksi, pada tahap produksi sutradara lebih memaksimalkan peran melalui suara, intonasi, kecepatan serta harmonisasi tokoh dalam dialog sedangkan pada tahap paska produksi lebih memperkuat nuansa yang menggambarkan tempat dan kejadian melalui music dan sound efek
PENYUTRADARAAN DALAM PROSES PRODUKSI ACARA “KETHOPRAK” DI RRI YOGYAKARTA Sri Hastuti

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v9i1.2493

Abstract

RRI Yogyakarta mempunyai produksi acara yang bertajuk “Kethoprak” yang menunjukkan budaya lokal dan digemari oleh pendengar karena pengemasan program dibuat lebih mendekatkan pada pendengar. Acara tersebut lebih mengutamakan kreativitas dan improvisasi dengan karakter yang dimiliki oleh masing-masing pemain. Sebagai pegangan, pemain mengacu pada naskah yang dibuat oleh sutradara meskipun hanya berupa kerangka cerita serta beberapa catatan yang berkaitan dengan ”Kethoprak”. Permasalahan yang dihadapi oleh RRI Yogyakarta adalah tidak semua sutradara mampu memahami karakter dan jiwa dari kesenian kethoprak disebabkan latarbelakang budaya yang dimiliki oleh masing masing sutradara. Selain itu, tidak banyak sutradara yang tertarik sebagai sutradara kethoprak karena ada kecenderungan lebih suka menjadi sutradara drama yang dipandang lebih bersifat umum dan tidak rumit proses produksinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori Penyutradaraan dan konsep Ketoprak yang digambarkan secara diskriptif dengan analisa tahapan produksi mulai dari tahap perencanaan, tahap produksi dan tahap paska produksi. Perencanaan diawali dengan cara menganalisa naskah, memahami karakter dan mengoptimalkan peran kedalam naskah produksi, pada tahap produksi sutradara lebih memaksimalkan peran melalui suara, intonasi, kecepatan serta harmonisasi tokoh dalam dialog sedangkan pada tahap paska produksi lebih memperkuat nuansa yang menggambarkan tempat dan kejadian melalui music dan sound efek.
Implementasi Metode Scamper Dalam Produksi Program Budaya Di TVRI Surabaya Sri Hastuti; Joehananto Djoko Teguh Widodo; Purwanto

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v11i1.3719

Abstract

Metode scamper adalah teknik pemecahan masalah kreatif yang dapat diterapkan di berbagai industri, termasuk pra-produksi siaran TV. Metode ini melibatkan mengajukan serangkaian pertanyaan berdasarkan tujuh bidang penyelidikan yang berbeda: pengganti, menggabungkan, beradaptasi, memodifikasi, memanfaatkan, menghilangkan, dan membalikkan. Dengan menggunakan metode ini, tim dapat menghasilkan ide -ide baru dan membuat perbaikan pada yang sudah ada. Dalam fase pra-produksi siaran TV, metode scamper dapat digunakan untuk meningkatkan kreativitas dan efisiensi proses. Sebagai contoh, tim dapat mengganti teknik pembuatan film tradisional dengan teknologi baru, menggabungkan genre atau alur cerita yang berbeda untuk membuat pemrograman yang unik, mengadaptasi skrip yang ada agar sesuai dengan audiens yang berbeda, memodifikasi desain set untuk lebih mencerminkan suasana hati yang dimaksud, menempatkan peralatan untuk penggunaan lain untuk digunakan untuk menggunakan ke dalam rangka Hemat sumber daya, hilangkan langkah -langkah yang tidak perlu dalam proses produksi, dan membalikkan peran atau perspektif konvensional untuk menambahkan dimensi baru ke konten. Metode ini telah diimplementasikan di TVRI Surabaya. Secara keseluruhan, metode scamper adalah alat yang berharga yang dapat membantu tim pra-produksi siaran TV menghasilkan ide-ide segar dan merampingkan alur kerja mereka, menghasilkan pemrograman berkualitas tinggi yang memikat pemirsa.