Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus Pada Sekolah SLB Osakali Kecamatan Pulau Bandring Kabupaten Asahan Syahrizal Syahrizal; Aisyah Eka Suci; Eva Khairani
Continuous Education: Journal of Science and Research Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/ce.v3i2.814

Abstract

The purpose of this study is to find a model the handling of children with special needs in great schools Osakali Asahan, knows all the barriers experienced in the process of handling children with special needs disabled athletes, and  know that a solution done in the face of obstacles the handling of children with special needs disabled athletes. This research as the subject of research or sources is a head of school, and many of the teachers who used a qualitative approach through the method of analysis deskrptif. As for data collection techniques which was conducted through a, observation, interview, research and documentation to the subject. This research result indicates three (3) point it, first is a model handling children with special needs disabled athletes in special needs schools osakali asahan is by using extraordinary primary school, where a model his service use education services such as the school usual or regular consisting of various levels from the base up to a higher level, and children handled in accordance with abnormalities or disability each. which are (1) lacking facilities and infrastructure supporting in the form of classrooms and there is little media, (2) a lack of Children with special needs disabled athletes and teachers skill owned, (3) the stigma of the community pertaining to children with special needs disabled athletes who are still viewed rendeh because he could not do anything and in also did not send a lot of changes. Third , solutions to deal with the obstacles in handling their children with special needs indonesian is as follows:(1) increases the total number of teachers children with special needs disabled athletes and increase the quality of them with various education intervention and training related, (2) teachers should look to be creative use of existing infrastructure by making media itself that is easy to understand students , (3) give the understanding of to the community, including parents student guardians will important education for babies to Children with special needs disabled athletes having confidence,self help, and able to hang out with the other normal.
UPAYA GURU DALAM MENGEMBANGKAN KEDISPLINAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DI DI TK ANUGRAH KECAMATAN DATUK TANAH DATAR KABUPAN BATU BARA Syahrizal Syahrizal; Eka Lestari
Law Jurnal Vol 6, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/lj.v6i2.8336

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui upaya guru dalam mengembangkan kedisplinan anak usia 5-6 tahun di Tk Anugrah Kecamatan Datuk Tanah Datar Kabupan Batu Bara. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode deskriptif.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis datanya yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Sedangkan teknik keabsahan datanya adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknikHasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Bentuk kedisiplinan anak usia 5–6 tahun di TK Anugrah terlihat melalui kebiasaan datang tepat waktu, mengikuti kegiatan belajar, berbaris sebelum masuk kelas, merapikan mainan, dan menaati aturan kelas. Namun, masih terdapat beberapa anak yang belum konsisten dan perlu diingatkan untuk bersikap tertib dalam kegiatan sehari-hari..; 2) Guru memberikan contoh langsung dengan bersikap disiplin, seperti datang tepat waktu dan mematuhi aturan sekolah. Selain itu, guru menerapkan pembiasaan melalui kegiatan rutin harian, seperti berdoa sebelum belajar, berbaris, dan merapikan alat belajar. Guru juga memberikan nasihat dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak, serta memberikan pujian sebagai bentuk penguatan ketika anak menunjukkan perilaku disiplin.; 3) terdapat faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan kedisiplinan anak. Faktor pendukung meliputi kerja sama antara guru dan orang tua, lingkungan sekolah yang kondusif, serta konsistensi guru dalam menerapkan aturan. Sementara itu, faktor penghambat antara lain perbedaan latar belakang keluarga, kebiasaan anak.Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kedisiplinan anak usia 5–6 tahun di TK Anugrah sudah mulai terbentuk, meskipun belum merata pada semua anak. Guru berperan penting dalam menanamkan disiplin melalui contoh, pembiasaan, nasihat, dan pujian. Keberhasilan pengembangan disiplin dipengaruhi oleh dukungan orang tua dan lingkungan sekolah, sedangkan hambatannya berasal dari kebiasaan anak di rumah..