Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Control Agents Of Environmentally Friendly Plant Disordering Organisms (Opt) Used Vegetable Farmers In Tomohon City Enderika Enus; Elisabeth R. M. Meray; Jimmy Rimbing; Sofia Wantasen; Defly A. S. Turang
Jurnal Agroekoteknologi Terapan Vol. 3 No. 2 (2022): EDISI JULI-DESEMBER 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v3i2.38267

Abstract

This research on Environmentally Friendly Control Agents for Plant-Disturbing Organisms (PDOs) Used by Vegetable Farmers aims to identify the kind eco-friendly control agents used by vegetable farmers in the city of Tomohon to cope with Plant-Disturbing Organisms. This study uses survey as its method which was conducted via questionnaire. Forty farmers were surveyed and directly interviewed. The data collected from these questionnaires were then calculated in order to gain the percentage value and displayed in the form of a diagram.The result of this research indicates that only a small number of vegetable farmers in the city of Tomohon use environmentally friendly control agents for plant-disturbing organisms (PDOs). This is made possible due to the fact that both the scarcity of information regarding environmentally friendly control agents (PDOs) and its availability are limited.   Keywords: Controlling agents, environmentally friendly AbstrakPenelitian mengenai Agen-agen Pengendali Organisme Penggangu Tanaman (OPT) Ramah Lingkungan Yang Digunakan Petani Sayuran Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui agen-agen pengendali Organisme Penggangu Tanaman (OPT) ramah lingkungan yang digunakan petani sayuran di Kota Tomohon. Penelitian ini menggunakan metode survei. Survei dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Petani yang disurvei sebanyak empat puluh orang, wawancara langsung kepada petani melalui kuesioner. Pengumpulan data kuesioner kemudian dihitung nilai presentase dan ditampilkan dalam bentuk diagram.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa petani sayuran di Kota Tomohon dari ke-4 jenis tanaman yang disurvei baru sebagian kecil yang menggunakan agen pengendali organisme pengganggu tanaman (OPT) ramah lingkungan. Hal ini dimungkinkan karena baik informasi maupun ketersediaan agen-agen pengendali (OPT) ramah lingkungan yang masih sangat terbatas.Kata kunci : Agen-agen pengendali, ramah lingkungan
Types Of Refugia That Effectively Preserve Parasitoid Diadegma semiclausum In Control Plutella xylostella Cabbage Pests In Tomohon City Dumalang, Sherlij; Wanta, Noni N.; Turang , Defly A. S.
Jurnal Agroekoteknologi Terapan Vol. 5 No. 1 (2024): EDISI JANUARI-JUNI 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v5i1.54524

Abstract

Refugia is a plant used in plant cultivation that provides food in the form of nectar and honeydew needed by parasitoid imago so that it can survive its life and can increase its effectiveness. Parasitoids. Diadegma semiclausum is one of the parasitoids that can suppress the population of P. xylostella pests on cabbage plants to a non-detrimental extent or below the economic threshold. The purpose of this study was to determine the types of refugia that effectively preserve the parasitoid D. semiclausum around Tomohon City cabbage plants. The research method used is the survey method. Observations were carried out using self-adhesive traps, insect nets, and direct observations on plants that produce flowers vegetables, flowers, and weeds around cabbage plants in Paslaten, Rurukan, Kakaskasen I, and Wailan Villages. The data obtained were analyzed descriptively to determine the type of plant that invited the most presence of the parasitoid insect D. semiclausum as an effective refugium. Based on observations, it turns out that the effective refugia for D. semiclausum parasitoids is the Green Mustard plant. Plants that are visited by many other insects are Green Mustard plants, Legetan Weeds, Japanese Jasmine, and Carrots. Keywords: Refugia, Pest, Parasitoid, D. semiclausum, P. xylostella Abstrak Refugia merupakan tanaman yang digunakan dalam budidaya tanaman yang menyediakan makanan berupa nektar dan embun madu yang dibutuhkan oleh imago parasitoid sehingga dapat melangsungkan kehidupannya dan dapat meningkatkan efektifitasnya. Parasitoid. Diadegma semiclausum adalah salah satu parasitoid yang dapat menekan populasi hama P. xylostella pada tanaman kubis sampai batas yang tidak merugikan atau di bawah ambang ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis refugia yang efektif melestarikan parasitoid D. semiclausum di sekitar pertanaman kubis Kota Tomohon. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan perangkap berperekat, net serangga dan pengamatan secara langsung pada tanaman yang menghasilkan bunga baik sayuran, bungaan dan gulma yang ada di sekitar pertanaman kubis di Desa Paslaten, Rurukan, Kakaskasen I dan Wailan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menentukan jenis tanaman yang mengundang paling banyak kehadiran serangga parasitoid D. semiclausum sebagai refugia efektif. Berdasarkan hasil pengamatan ternyata bahwa refugia yang efektif bagi parasitoid D. semiclausum adalah tanaman Sawi Hijau. Tanaman yang banyak dikunjungi serangga lainnya adalah tanaman Sawi Hijau, Gulma Legetan, Melati Jepang dan Wortel. Kata Kunci: Refugia, Hama, Parasitoid, D. semiclausum, P. xylostella
PKM Penyuluhan Pemanfaatan Ekoenzim Berbahan Dasar Kulit Buah-buahan Untuk Peningkatan Produksi Buah Melon di Desa Kauditan I Pioh , Diane Deibij; Turang , Defly Ansye Shilfana
The Studies of Social Sciences Vol. 7 No. 1 (2025): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.v7i1.59827

Abstract

Desa Kauditan 1 merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Memiliki luas Tanah Perkebunan Rakyat 827 ha, luas Tanah ladang 227 ha, luas tanah Persawahan 50 ha. Komoditi yang dikembangkan saat ini adalah tanaman padi, jagung, semangka, mentimun, tomat dan cabai. Sebagai Desa Wisata 1, saat ini mulai dikembangkan tanaman buah melon. Permasalahan yang dijumpai adalah bagaimana meningkatkan produksi tanaman buah melon lewat kajian media tanam, serta bentuk teknologi apa yang sudah diterapkan. Tim PKM hadir memeperkenalkan Inovasi Teknologi Ekoenzim sebagai salah satu solusi input nutrisi atau hara tanaman untuk menunjang pertumbuhan tanaman melon. Metode pelaksanaan kegiatan PKM yaitu metode penyuluhan dengan tahapan: 1). Proses identifikasi masalah tanah yang ditanami Melon; 2). Kondisi eksisting penggunaan pupuk dan pemupukkan ; dan 3). Penyuluhan teknologi ekoenzim berbahan dasar kulit buah-buahan, 4) Demonstrasi pembuatan ekoenzin dan Diskusi, sedangkan Mitra Sanggar Tani Muda membantu dan berperan aktif dalam pelaksanaan penyuluhan. Target yang ingin dicapai dari program ini adalah meningkatkan sumber daya petani berupa pengetahuan dan kemampuan Sanggar tani Muda di desa Kauditan 1 dalam mengadobsi inovasi teknologi ekoenzim berbahan kulit buah-buahan lebih khusus lewat Sanggar Tani Muda binaan BEM Fakultas Pertanian Unsrat Manado