Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI PERANCANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA DENGAN KAPASITAS 250 WP Purhani Burhan; Sunu Hasta Wibowo; Muhammad Ali Watoni
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 22 No 02 (2022): Jurnal INTEKNA, Volume 22, No. 2, Nov 2022: 76 - 162
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/intekna.v22i02.1570

Abstract

Listrik sangat dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat,  baik masyarakat  perkotaan maupun masyarakat tingkat daerah pedesaan bahkan daerah terpencil sekalipun yang belum terjangkau oleh listrik PLN. Pemerintah maupun pihak swasta telah berupaya agar ketersediaan listrik bagi masyarakat terus terjaga keberlangsungannya, dengan membangun berbagai macam jenis pembangkit tenaga listrik, namun ada satu hal yang paling umum  masalah yang dihadapi masyarakat ter  hadap pelayanan listrik, dimana banyak daerah-daerah terpencil belum terjangkau oleh jaringan listrik karena   alasan banyak kendala yang dihadapi, seperti kendala geografis, biaya investasi yang besar serta kepadatan penduduk pedesaan yang harus dipertimbangkan. Dengan merancang pembangkit listrik tenaga surya berskala kecil  (250 wp) ini merupakan salah satu alternative solusi untuk menghadapi masalah yang terjadi ditengah-tengah masyarakat yang berhubungan dengan kebutuhan listrik. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang sebuah pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 250 wp, sehingga nantinya dapat digunakan untuk ketersediaan tenaga listrik pada daerah yang belum terjangkau  listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN)., adapun tahapan yang  dilakukan untuk mencapai tujuan penelitian adalah dimulai dengan tinjauan pustaka, idetifikasi masalah, perumusan masalah, pengumpulan data, proses perancangan, hasil dan pembahasan dan kesimpulan.Tingkat kesiapanterapan teknologi (TKT) pada penelitian ini berada pada tingkat skala 5 yaitu: Pembahasan prinsip dasar PLTS, dalam perancangan menggunakan rumusan-rumusan yang relevan, kegiatan menggunakan fasilitas laboratorium serta  komponen yang digunakan sudah relevan dengan ketersediaan yang ada pada lingkungan. Luaran yang ditargetkan serta kontribusi terhadap ilmu pengetahuan dalam kegiatan penelitian ini adalah publikasi ilmiah pada Jurnal Nasional Politeknik Negeri Banjarmasin atau seminar ilmiah Poliban
Financial Capital and MSME Going Concern in Banjarmasin: The Mediating Role of Business Mentoring Hikmahwati Hikmahwati; Noor Romy Rahwani; Muhammad Ali Watoni; Mark Gabriel Wagan Aguilar
Ilomata International Journal of Tax and Accounting Vol. 7 No. 3 (2026): July 2026
Publisher : Yayasan Ilomata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/ijtc.v7i3.2342

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a vital role in emerging economies, yet their sustainability is frequently constrained by limited capital access and inadequate business support. While prior studies have examined these factors separately, empirical evidence on how business mentoring mediates the relationship between capital loans and MSME going concern remains limited. This study addresses that gap by examining the direct and indirect effects of capital loans and business mentoring on MSME sustainability in Banjarmasin, Indonesia. A quantitative associative causal design was employed, with survey data collected from 92 KUR participants selected through purposive sampling. PLS-SEM was selected given the exploratory model structure, small sample size, and the need to assess measurement and structural relationships simultaneously. Findings indicate that capital loans exert a positive and significant effect on going concern (path coefficient = 0.679; p < 0.05), explaining 45.3% of its variance alongside mentoring. In contrast, business mentoring shows no significant direct or mediating effect, with a low mean score of 2.70 suggesting limited program intensity across the sample. These results are bounded to the Banjarmasin context and do not support broader causal generalizations. They nonetheless highlight the need for more structured and context-responsive mentoring programs integrated with existing capital support schemes.