Johanes G. Sogen
Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kaji Banding Keuntungan Pedagang Ayam Broiler Dengan Dua Bentuk Penjualan yang Berbeda di Kota Kupang: Comparative Study of Profits of Broiler Chicken Trader With Two Different Forms of Sales in Kupang City Yunita L. Jo; Johanes G. Sogen; Matheos F. Lalus; Ulrikus R. Lole
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 4 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57089/jplk.v4i2.1094

Abstract

Bentuk penjualan ternak ayam broiler yang berbeda yakni menjual ayam hidup dan menjual karkas ayam di pasar tradisional Kota Kupang akan berpengaruh terhadap tingkat keuntungan yang diperoleh tiap pedagang ayam broiler. Suatu penelitian dilakukan pada pedagang ayam broiler dengan tujuan mengetahui besarnya keuntungan pada masing-masing bentuk penjualan dan mengetahui bentuk penjualan yang memberikan keuntungan yang lebih besar. Pengambilan contoh pada pedagang ayam hidup dan pedagang karkas dilakukan secara acak proporsional. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan dan dilanjutkan dengan uji perbandingan dua rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan pedagang yang menjual ayam hidup adalah Rp7.864/ekor sedangkan pendapatan pedagang yang menjual karkas adalah Rp11.093/ekor dan ternyata ada perbedaan yang sangat nyata dari dua bentuk penjualan ternak ayam broiler tersebut. Pedagang karkas memperoleh pendapatan per ekor yang lebih besar dibanding dengan pendapatan pedagang ayam hidup. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa usaha ternak ayam broiler pada penjualan karkas lebih menguntungkan jika dibanding dengan penjualan ayam hidup.   Different forms of broiler chicken sales in traditional market of Kupang City will affect the level of profit obtained by each trader. A study was conducted on broiler chickens traders with the aim of knowing the profits rate from each form of sales and knowing the form of sales that provide greater profits find out which forms of sales provide greater profits. Sampling of live chicken traders and carcass traders was carried out proportionally randomly. The data analysis method used is income analysis followed by a comparison test of two averages. The results showed that the average income of traders who sold live chickens was IDR7,864/head while the income of traders who sold carcass was IDR11,093/head and it turned out that there was a very significant difference between two forms of selling broiler chickens. Carcass traders earn a higher income per head than live chicken traders.. Thus, it can be concluded that the broiler business in carcass sales is more profitable than the sale of live chickens.  
Nilai Ekonomis Substitusi Tepung Feses Sapi Terfermentasi dalam Pakan Ayam Kampung Unggul Balitnak: Economic Value of Fermented Beef Stool Flour Substitution in Chicken Feed Balitnak Superior Angela Dan Asal; Johanes G. Sogen; Markus Sinlae; Ulrikus R. Lole
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 4 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57089/jplk.v4i2.1110

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai ekonimis dari substitusi tepung feses sapi terfermentasi dalam pakan ayam KUB. Menggunakan 80 ekor ternak ayam KUB yang berusia sehari sebagai ternak perlakuan. Metode yang dipakai yaitu rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang dicoba adalah R0: pakan tanpa campuran tepung feses sapi terfermentasi (ransum kontrol), R1: pakan basal 90% + tepung feses sapi terfermentasi 10%, R2: pakan basal 80% + tepung feses sapi terfermentasi 20%, dan R3: pakan basal 70% + tepung feses sapi terfermentasi 30%. Parameter yang diukur adalah Income Over Feed Cost,, biaya produksi, penerimaan, keuntungan, serta break even point.  Hasil analisis ragam memperlihatkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai IOFC, penerimaan, keuntungan, BEP, serta berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap biaya produksi. Pada pergantian level 10% adalah yang terbaik karena mampu meningkatkan nilai IOFC sebesar 3,43% yaitu dari RP53.752 menjadi Rp55.594, mampu menurunkan biaya total produksi sebesar 0,05%, mampu meningkatkan peneriaman 2,65%, mampu meningkatkan keuntungan menjadi Rp13.055,46 atau keuntungan meningkat sebesar 16,44%, serta BEP unit yaitu677,05ekor dan BEP rupiah sebesar Rp47.393.723dengan harga Rp70.000 per ekor maka peternak tidak mengalami keuntungan dan juga kerugian (impas).   The purpose of this study was to determine the economic value of substitution of fermented cow feces flour in KUB chicken feed. The material used is 80 KUB chickens of 1 day. The method used is completely randomized design consisting of 4 treatments and 4 replications. The treatments were R0: feed without a mixture of fermented cow feces flour (control ration), R1: 90% basal feed + 10% fermented cow feces flour, R2: 80% basal feed + 20% fermented cow feces flour, and R3: 70% basal feed + 30% fermented cow feces flour. The parameters measured are Income Over Feed Cost,, production costs, revenues, profits, and break even point.. The results of the analysis of variance showed that the treatment had a significant effect (P<0.05) on the value of IOFC, revenue, profit, BEP, and had a very significant effect (P<0.01) on production costs.At the 10% level turn is the best because it can increase the IOFC value by 3.43%, able to reduce the total cost of productionby 0,05%, able to increase revenueby 2,65%, able to profits increased by 16.44%, BEP units is 677.05 heads and rupiah BEP at Rp.47.393.723 at a price of Rp70.000 per head, so the breeder does not experience a profit or loss (break even).