Siti Sakinahria Binti Dahlan
Universitas Pamulang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Sebagai Solusi Degradasi Bangsa Aliyah Wati Rettob; Rosalia Melan Sari; Siliva Yanti Hadi; Siti Sakinahria Binti Dahlan
Jurnal Mahasiswa Karakter Bangsa Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Mahasiswa Karakter Bangsa Vol.2 No.2 September 2022
Publisher : Jurnal Mahasiswa Karakter Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah suatu upaya terencana untuk mengembangkan potensi peserta didik, agar memiliki sistem berpikir, sistem nilai, moral dan kepercayaan yang diwariskan oleh masyarakat untuk berkembang sesuai dengan kehidupan pada masa sekarang dan masa yang akan datang. Sedangkan karakter adalah watak, budi pekerti, akhlak atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakini dan dijadikan landasan cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak. Strategi pengembangan karakter yang diuraikan di atas meliputi prinsip-prinsip yang harus diikuti agar pengembangan karakter menjadi efektif. Pendidikan karakter muncul dari nilai-nilai dasar dalam sila Pancasila dan dari nilai-nilai kehidupan sehari-hari yang tumbuh dalam masyarakat yang beradab. Dengan pendidikan karakter dapat menumbuhkan jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, kejujuran, kreativitas dan budaya pada setiap siswa, sehingga tujuan pendidikan karakter dapat berjalan dengan sempurna.Kata-kata kunci: Pendidikan karakter; Budaya; Degradasi Bangsa
Penguatan Peran Guru Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Siti Sakinahria Binti Dahlan
JURNAL PENCAKAR (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 1 No 1 (2026): JURNAL PENCAKAR (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)
Publisher : JURNAL PENCAKAR (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The essence of Merdeka Belajar (Freedom to Learn) lies in the independence of both teachers and students in the learning process. The modern educational paradigm asserts that teachers should be respected for their knowledge, competence, and especially their character. Therefore, they are worthy of being called teachers, individuals who are trusted and emulated.This study aims to explain the concept and meaning of Merdeka Belajar as well as the role of teachers within it. The method used in this research is a literature review. The results of the study are as follows: (1) There are four main guidelines in Merdeka Belajar: school-based national standard examinations, minimum competency assessment and character evaluation, simplification of lesson plans (RPP), and the zoning system for student admissions. (2) The meaning of Merdeka Belajar includes freedom of thought, freedom to innovate, independence in creative learning, and the freedom to experience joy in learning. (3) The role of teachers in Merdeka Belajar includes being facilitators of independent learning, innovative and creative educators, individuals with strong teaching character, and drivers of educational transformation. Based on these findings, the study shows that understanding the importance of Merdeka Belajar and the role of teachers within it encourages both teachers and students to become more independent, more innovative and creative in their thinking, and happier in the learning process.