Susi Krisjuyani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DALAM PEMBANGUNAN DESA Susi Krisjuyani
FOKUS : Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang. Vol 20, No 2 (2022): FOKUS : Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/fokus.v20i2.658

Abstract

Kepala Desa merupakan kepala pemerintahan ditingkat Desa, diharapkan mampu menjalankanroda pemerintahan dengan baik dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat untuk mencapai visimisi dan tujuan suatu pemerintahan Desa. Dalam pembangunan Desa diperlukan Gaya kepemimpinanpada Kepala Desa untuk mengarahkan, memotivasi, berkomunikasi, pengambilan keputusan, danpengawasan anggotanya untuk mewujudkan tujuan. Pembangunan di Desa sering tidak berjalan denganbaik akibat pemimpin yang hanya mementingkan kepentingan pribadi, tidak terdapat musyawarah,tidak mendengarkan aspirasi masyarakat. Peneliti tertarik menjawab masalah tersebut dengan mencobamenjawab rumusan masalah: Bagaimana Kepemimpinan Kapala Desa dalam Pembangunan Desa diDesa Entogong. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan Gaya KepemimpinanKepala Desa dalam Pembangunan Desa secara jelas dan cermat. Maka metode yang di gunakanadalah deskriftif kualitatf. Objek penelitian ini adalah Kepemimpinan Kepala Desa dalam pembangunanDesa diwilayah Desa Entogong, Kecamatan Kayan Hulu, kabupaten Sintang, Provinsi KalimantanBarat. Teknik yang digunakan adalah teknik purposive. Informan penelitian ini sebanyak 10 orang,sebagai pertimbangan bahwa yang dipilih memenuhi kriteria sesuai tujuan penelitian. Gaya Kepemimpinanyang dimiliki oleh seorang pemimpin berkaitan erat dengan tujuan yang hendak dicapai pada pemerintahDesa. Kepemimpinan Kepala Desa dalam Pembangunan Desa di Desa Entogong. Pertama memilikiGaya Kepemimpinan Demokratis, aktif, dinamis, terarah, bertanggung jawab, menerima dan menghargaisaran, pendapat, dan nasehat dari staf/bawahan serta masyarakat, pengambilan keputusan dilakukandengan musyawarah dan melakukan koordinasi antara BPD dan perangkatdesa. Kedua, responsif dengan tipe kepemimpinan inovatif dan progresif. Mempunyai kemampuan untukmempengaruhi dan mengendalikan masyarakat. Ketiga, Kendala terjadi karena kurangnya komunikasiantara kepala desa dan pamong kalurahan, anggaran yang tidak mencukupi pelaksanaan pembangunan,Terdapat tarik ulur antara pendukung Kepala Desa dalam pembangunan desa, Pemerintah supradesayang terlalu ikut campur tangan dalam pembangunan serta terdapat pengalihan anggran untukpenangganan COVID-19.
KAPASITAS PEMERINTAH DESA DALAM MEMBANGUN DESA Susi Krisjuyani
FOKUS : Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang. Vol 21 No 1 (2023): FOKUS : Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas K
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/fokus.v21i1.735

Abstract

Pemerintah desa adalah kepala desa yang dibantu oleh perangkat desa sebagai unsurpenyelenggaraan pemerintahan di desa. Dalam menyelenggarakan pemerintahan di desa, pemerintahdesa dituntut untuk memiliki kapasitas. Sehingga dengan kapasitas tersebut pemerintah desa dapatmembangun desa. Membangun desa yang dilaksanakan oleh pemerintah desa sering kali tidakberdasarkan kepada kebutuhan masyarakat. hal ini terjadi dikarenakan pemerintah desa belum memilikikapasitas dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya, dan belum mengetahui serta memahamiprioritas pembangunan di desa. Penulis tertarik menjawab masalah tersebut dengan mencoba menjawabrumusan masalah: Bagaimana Kapasitas Pemerintah Desa dalam Membangun Desa. Tujuan Penelitianini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan Kapasitas Pemerintah Desa dalam Membangun Desasecara jelas dan cermat. Maka metode yang di gunakan adalah deskriftif kualitatf. Objek penelitian iniadalah Kapasitas Pemerintah Desa dalam Membangun Desa. Teknik yang digunakan adalah teknikpurposive dengan jenis data sekunder. Kapasitas yang dimiliki oleh pemerintah desa berkaitan eratdengan tujuan yang hendak dicapai sebagai penyelenggara pemerintahan di desa. Kapasitas pemerintahdesa dalam membangun desa. Pertama, terdapat kerjasama antara pemerintah desa dan masyarakatdalam menentukan prioritas pembangunan desa, hal tersebut memudahkan pemerintah desa dalammenjalankan fungsinya. Membangun desa berdasarkan kepentigan bersama bukan berdasar padakepentingan individu. Kedua, partisipasi masyarakat merupakan kunci dari keberhasilan pembangunandi desa, dengan adanya partisipasi dari masyarakat maka pemerintah desa memiliki kontrol publik atasimplementasi dari keputusan-keputusan yang telah ditetapkan. Ketiga, kapasitas pemerintah desa diukur dari beberapa indikator, yaitu kemampuan, pemahaman, keterampilan, sikap, nilai-nilai, hubungan,perilaku, dan motivasi, serta sumber daya manusia. Indikator tersebut saling mempengaruhi satu samalain demi terwujudnya kapasitas pemerintah desa dalam membangun desa.