Setyoadi Purwanto
STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBAHASA EKSPRESIF MELALUI KEGIATAN BERCERITA DENGAN MEDIA MONTASE PADA ANAK KELOMPOK B DI BA AISYIYAH II JAMALAN TONGGALAN KLATEN Siti Solichah; Setyoadi Purwanto
QURROTI : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER
Publisher : STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36768/qurroti.v4i2.345

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini bahwa rendahnya kemampuan berbahasa ekspresif Kelompok B BA ‘Aisyiyah II Jamalan Klaten. Hal ini dibuktikan dengan hasil dalam melakukan kegiatan bercerita, dari 21 peserta didik hanya 1 peserta didik yang mendapat skor BSH pada indikator kemampuan berbahasa ekspresif sehingga kompetensi yang menjadi target pembelajaran masih belum bisa tercapai. Tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berbahasa ekspresif dengan media montase pada anak kelompok B di BA ‘Aisyiyah II Jamalan Klaten. 2. Untuk mengetahui peningkatan kemampuan berbahasa ekspresif anak setelah penggunaan media montase kelompok B di BA ‘aisyiyah II Jamalan Klaten. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berbahasa ekspresif kelompok B di BA ‘Aisyiyah II Jamalan Klaten, dilakukan melalui tahapan pengkondisian, penyiapan dan pengenalan media, demonstrasi, pembagian kelompok, praktik bercerita dengan montase, dan diakhiri penutup. Peningkatan Kemampuan Berbahasa Ekspresif setelah penggunaan media montase kelompok B di BA ‘Aisyiyah II Jamalan Klaten, diperoleh; Pra siklus 25%, Siklus I 72,3%, Siklus II 93,65%, sehingga peningkatannya sebesar 68,65%.
Pengembangan Raport Digital untuk Pelaporan Hasil Asesmen Perkembangan Anak Usia Dini Umi Faizah Umi; Ifatul Ula Nikmatus Solihah; Setyoadi Purwanto
ABNA : Journal of Islamic Early Childhood Education Vol. 3 No. 2 (2022): ABNA : Journal of Islamic Early Childhood Education
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/abna.v3i2.5628

Abstract

Abstrak Masalah yang selama ini dihadapi oleh para guru di Yogyakarta adalah pelaporan hasil asesmen peserta didik memerlukan waktu dan tenaga yang sangat banyak, belum ada inovasi dalam pelaporan perkembangan anak yang efektif dan efisien. Oleh karena itu diperlukan adanya pengembangan Raport Digital. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui desain pengembangan Raport digital; 2) mengetahui panduan Pembuatan Raport digital, dan ; 3) mengetahui kelayakan aplikasi SIAP_AUD. Metode penelitian yang digunakan adalah R & D (Research and Development). penelitian ini menghasilkan aplikasi SIAP_AUD. Teknik pengumpulan data: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah guru kelas di Kecamatan Ngaglik dengan sampel uji coba 15 guru. Hasil penelitian adalah: 1) desain pengembangan Raport Digital memiliki desain model aplikasi yang menarik, pemilihan templet, ketepatan komposisi warna, jenis huruf, kejelasan bacaan dan penggunaan Bahasa yang sederhana; 2)panduan berupa buku berisi juklak (petunjuk pelaksanaan) dan juknis (petunjuk teknis); 3) aplikai SIAP_AUD ini layak digunakan di PAUD. Kunci Kunci : Raport Digital, Asesmen, AUD. Abstract The problem that has been faced by teachers in Yogyakarta is that reporting the results of student assessments requires a lot of time and energy, there has been no innovation in effective and efficient reporting of child development. Therefore, it is necessary to develop Raport Digital. This researchaims to: 1) know the design of thedevelopment of digital report cards; 2) know the guidelines for making digital report cards, 3) know the eligibility of SIAP_AUD application. The research method used is R &D (Research and Development SIAP_AUD). Data collection techniques: interviews, observations and documentation. The subjects of this study were class teachers in Ngaglik Subdistrict with a trial sample of 15 teachers. The results of the study were: 1) the design of thedigital report card has an attractive application model design, templet selection, accuracy of color composition, typeface, clarity of reading and simple language use; 2) a guide in the form of a book containing II (implementation instructions) and TI (technical instructions); 3) this SIAP_AUD application is suitable for use in PAUD. Keyword : Rapport Digital, Assessment, Early Childhood
Resilience in Parenting: Peran Orang tua Single Parent dalam Membentuk Kemandirian Anak Usia 4–5 Tahun di Tengah Keterbatasan Ekonomi Nur’ainy Nur’ainy; Marhumah Marhumah; Sembodo Ardi Wibowo; Setyoadi Purwanto; Linda Atika Dewi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7543

Abstract

Keluarga merupakan pendidikan informal pertama dan utama bagi anak yang berperan penting dalam membentuk kemandirian sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola pengasuhan orang tua tunggal dalam membentuk kemandirian anak usia 4–5 tahun di Kelurahan Santi, Kota Bima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua tunggal menerapkan pola asuh demokratis dengan komunikasi terbuka, kedekatan emosional, serta pembiasaan tanggung jawab sejak dini. Strategi pengasuhan yang dilakukan meliputi pemberian tanggung jawab kecil, penanaman disiplin melalui rutinitas, dan pemberian penghargaan atas usaha anak. Anak-anak menunjukkan kemandirian tinggi dalam aktivitas sehari-hari, seperti belajar, makan, dan berinteraksi sosial. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pengasuhan tidak ditentukan oleh keutuhan keluarga, tetapi oleh kualitas interaksi dan strategi pengasuhan yang adaptif dan penuh kasih.
Optimalisasi Digital Branding Berbasis Storytelling Produk Dalam Meningkatkan Daya Saing Umkm Batik Giriloyo Di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Hudan Mudaris; Setyoadi Purwanto
Lentera Salam Institute Vol. 3 No. 1 (2026): LENTERA SALAM INSTITUTE
Publisher : Elsalima (Salam Institute)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67716/1rzwje84

Abstract

 Batik Giriloyo is one of the intangible cultural heritage products with high historical and aesthetic value in Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta. However, amid the rapid wave of economic digitalization, SME artisans in the Giriloyo batik center still face significant capacity limitations in utilizing digital platforms for promotion and market expansion. This community service program aims to optimize product storytelling-based digital branding capabilities among Giriloyo batik artisans to enhance their competitiveness and strengthen local product identity in the digital economy era. The program was implemented on June 15, 2025, involving 50 participants from the local batik artisan and SME community, employing an Asset Based Community Development (ABCD) approach that focuses on identifying and optimizing the existing potential and assets of the community. Activities included community asset mapping, digital literacy training, storytelling content creation workshops, hands-on content production practice, and independent mentoring. Evaluation results using the Kirkpatrick model integrated with Bloom's Taxonomy revealed significant improvements across all competency dimensions: cognitive domain increased by an average of 29%, affective domain by 27.5%, and psychomotor domain by 34%. A total of 42 out of 50 participants successfully produced and independently uploaded product content, and visual identity guidelines were established for six artisan groups. This program implies the critical importance of integrating local cultural values into digital branding strategies as a sustainable competitive foundation for locally-based SMEs.