Guar Bumi merupakan salah satu prosesi budaya Sunda yang ada di desa Gandu kabupaten Majalengka. Prosesi Guar Bumi dilaksanakan sebagai simbol akan dimulainya musim tanam yang biasa disebut juga dengan Hajat Bumi atau Sidekah Bumi. Dalam menjaga eksistensi budaya Guar Bumi tentu perlu adanya pengetahuan masyarakat akan budaya tersebut. Bagaimana masyarakat bisa mengetahui, memahami, menghargai, pengetahuan kebudayaannya sejalan dengan konsep literasi budaya. Penelitian ini didasari oleh keingintahuan tentang budaya Guar Bumi yang ada di desa Gandu kabupaten Majalengka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara spesifik wisata budaya Guar Bumi dan seperti apa prosesinya serta perannya terhadap pengembangan literasi budaya di kabupaten Majalengka. Metode yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara dengan teknik pemilihan narasumber menggunakan purposive sampling serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisata budaya Guar Bumi yang saat ini menjadi titik fokus dapat secara langsung dan tidak langsung mengajak masyarakat melek budaya karena dengan adanya wisata budaya Guar Bumi menimbulkan kegiatan literasi budaya dengan cara yang lebih menyenangkan yakni berbasis wisata.