Pembelajaran daring memiliki beberapa kelebihan yaitu pembelajaran daring sangat praktis, bisa dilakukan dimana saja karena interaksi antara guru/dosen dengan siswa/mahasiswa memungkinkan tanpa harus bertatap muka secara langsung di ruang kelas. Selain itu, pembelajaran daring sangat fleksibel karena memungkinkan guru/dosen dengan siswa/mahasiswa tidak terikat oleh waktu dengan jadwal-jadwal yang sudah ditetapkan. Dari segi tenaga, juga sangat menguntungkan karena tidak perlu menempuh perjalanan menuju sekolah/kampus. Pembelajaran daring juga dianggap efektif karena ada kedekatan dengan teknologi seperti gadget (gawai), komputer, laptop, dan internet. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana model pembelajaran dalam Antologi “Daring Oh Daring” karya Ikhwana Anna dkk? Dengan ttujuan penelitian ini adalah Kendala pembelajaran yang dialami oleh guru, siswa, dan orang tua/wali murid dalam Antologi “Daring OPh Daring” karya Ikhwana Anna dkk. Model pembelajaran yang ditemukan dalam Antologi “Daring Oh Daring” karya Ikhwana Anna dkk. adalah: a. pembelajaran daring yang menggunakan fasilitas dan alat teknologi informasi, seperti komputer, laptop, handphone (gawai), jaringan internet b. membuat kelas online dan menyusun ulang strategi pembelajaran, c. penggunaan WhatsApp grup dan zoom secara bergantian, dan platform yang dibuat dan disediakan kampus, d. membuat vidio singkat, e. pembelajaran dilaksanakan melalui Learning Manajemen System (LMS), f. pembelajaran melalui bantuan google, g. menggunakan vidio rekaman guru yang sementara mengajar, h. menggunakan salindia presentasi dengan beberapa gambar dan lagu, i. pemberian tugas, j. guru mengunjungi rumah siswa yang tidak memiliki ponsel dan biaya untuk membeli kuota internet demi memberi hak siswa untuk menuntut ilmu. 2. Kendala pembelajaran yang dialami oleh guru, siswa, dan orang tua/wali murid dalam Antologi “Daring Oh Daring” karya Ikhwana Anna dkk adalah: a. tempat tinggal yang tidak layak untuk mengajar karena beberapa faktor antara lain numpang tinggal, tidak ada ruangan khusus, ada anak kecil, b. kuota terbatas, dana habis, c. jaringan/sinyal tidak maksimal karena timbul tenggelam, d. materi yang disampaikan secara online sulit dipahami, e. mahasiswa sering tidak tepat waktu sesuai jadwal yang sudah ditetapkan, f. keterbatasan HP Android di rumah siswa/mahasiswa khususnya keluarga yang memiliki lebih dari satu anak sekolah, g. kurang pemahaman IT dan internet