Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL HUTAN TROPIS

IDENTIFIKASI JENIS TANAMAN SEBAGAI PAKAN LEBAH MADU KELULUT (Trigona spp.) di KPHP KATINGAN HULU Alpian Alpian; Yorlandi Kornelius Yoga; Nuwa Nuwa; Reri Yulianti; Herwin Joni; Wahyu Supriyati
Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 3 (2022): Jurnal Hutan Tropis Volume 10 Nomer 3 Edisi November 2022
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v10i3.14970

Abstract

Identifikasi jenis tumbuhan sebagai pakan lebah kelulut (Trigona spp.) di KPHP Katingan Hulu Unit XVII. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi jenis pakan Lebah Madu Kelulut (Trigona spp.) di KPHP Katingan Hulu Unit XVII dengan metode jalur/metode river survey. Jalur pengamatan ditentukan secara Purposive sampling sebanyak 4 jalur dengan panjang per jalur = 500 m dan jumlah luas jalur secara keseluruhan yaitu 2 Ha. Adapun jumlah seluruh plot pengamatan adalah 21 plot dengan perhitungan luas 21 plot x 400 m2 = 8.400 m2/10.000 m2 = 0,84 Ha dan ukuran plot yaitu 20 m x 20 m dengan jarak antar plot yaitu 100 m. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan didapatkan 25 jenis tanaman yang menjadi pakan lebah kelulut (Trigona spp.). Terdapat 14 jenis vegetasi tingkat semai dengan Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi ada pada jenis karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) dengan nilai 71,94% dan yang terendah ada pada jenis belimbing waluh (Averrhoa carambola) dengan nilai 4,81%, putri malu (Mimosa pudica) dengan nilai 4,81%, aster putih (Symphyotrichum ericoides) dengan nilai 4,81% dan bayam duri (Amaranthus spinosus) dengan nilai 4,81%. Pada vegetasi tingkat pancang terdapat 4 jenis tanaman  dengan Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi ada pada jenis mangga (Mangifera indica) dengan nilai 97,21% dan yang terendah ada pada jenis gaharu (Aquilaria malaccensis) dengan nilai 19,44%. Pada vegetasi tingkat tiang terdapat 6 jenis tanaman dengan Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi ada pada jenis akasia (Acacia mangium) dengan nilai 95,81% dan yang terendah ada pada jenis mangga (Mangifera indica) dengan nilai 20,08%. Serta terdapat 10 jenis vegetasi tingkat pohon dengan Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi ada pada jenis akasia (Acacia mangium) dengan nilai 110,91% dan yang terendah ada pada jenis johar (Senna siamea) dengan nilai 10,18%.
KARAKTERISTIK HIDROLOGI DI DAS ILAHAN MENGGUNAKAN PEMODELAN SWAT (Soil Water Assesment Tools) Apriadi Apriadi; Irwan Sukri Banuwa; Slamet Budi Yuwono; Christine Wulandari; Gunardi Djoko Winarno; Yulia Rahma Fitriana; Indra Gumay Febryano
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 1 (2023): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 11 NOMER 1 EDISI MARET 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i1.15991

Abstract

Karakteristik hidrologi daerah aliran sungai (DAS) berperan penting dalam mendukung ketersediaan air dan mencegah terjadinya banjir dan kekeringan.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik hidrologi DAS Ilahan.  Pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan sampel tanah, peta tutupan lahan, peta lereng, data iklim, dan debit air DAS Ilahan.  Data yang terkumpul kemudian diolah menggunakan pemodelan SWAT (Soil Water Assesment Tools) untuk menganalisis karakteristik hidrologi, meliputi: surface runoff, lateral flow/sub surface runoff, baseflow dan mensimulasi skenario tutupan lahan terhadap karakteristik hidrologi di DAS Ilahan.  Hasil penelitian menunjukkan karakteristik hidrologi DAS Ilahan: surface runoff sebesar 379,30 mm; sub surface runoff sebesar 707,05 mm; baseflow sebesar 348,01 mm.  Skenario tutupan lahan menggunakan RTK-RHL tahun 2014-2029 seluas 430,57 ha, dengan merubah tutupan lahan menjadi kebun campuran kerapatan tinggi.  Hasil skenarionya diprediksi merubah karakteristik hidrologi DAS Ilahan yaitu surface runoff menurun menjadi 291,12 mm; lateral flow/sub surface runoff meningkat menjadi 759,34 mm; dan baseflow meningkat menjadi 377,86 mm.  Perubahan tutupan lahan dengan skenario RTK-RHL menyebabkan karakteristik hidrologi DAS Ilahan menjadi lebih baik dari kondisi eksisting. Namun kondisi ini belum optimal memperbaiki karakteristik hidrologi DAS Ilahan, sehingga direkomendasikan dilakukan pemutakhiran RTK-RHL di DAS Ilahan.