Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Direktif Maudy Ayunda dalam Perkenalan Juru Bicara Presidensi G20 Indonesia: Tinjauan Linguistik Sistemik Fungsional Sri Devi S; Aziz Thaba
Kode : Jurnal Bahasa Vol 11, No 3 (2022): Kode: Edisi September 2022
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v11i3.38844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk strategi direktif yang digunakan oleh Maudy Ayunda dalam pidato perkenalan sebagai tim juru bicara Presidensi G20 Indonesia yang dianalisis menggunakan tinjauan Linguistik Sitemik Fungsional (LSF). Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kalimat yang mengandung unsur direktif dalam pidato Maudy Ayunda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dengan teknik catat. Proses menyimak yang dimaksud adalah mendengarkan secara saksama pidato perkenalan yang dilakukan oleh Maudy Ayunda kemudian mencatat semua pidato yang disampaikan dalam bentuk teks utuh. Setelah itu mengumpulkan data-data direktif yang kemudian diklasifikasi dan diolah berdasarkan bagiannya. Hasil penelitian menemuikan bahwa terdapat tiga spesifikasi direktif yang ditemukan dalam pidato Maudy Ayunda yaitu deklaratif (menginformasikan), imperatif (memerintah) dan interogatif (menanyakan). Ketiga spesifikasi tersebut didominasi oloeh deklaratif dangan persentase kemunculan 80% dibandingkan dengan imperatif yang hanya 15% dan interogatif 5%. Hal ini diperkuat oleh beberapa data temuan direktif dalam pidato yang menggunakan kata Saya menyampaikan, Saya mengucapkan, Saya merasa, Saya ingin, yang digunakan untuk menginformasikan hal-hal penting terkait kegiatan Presidensi G20 Indonesia kepada masyarakat luas
MEMBACA STYLE KEBAHASAAN SAPARDI DJOKO DAMONO DALAM PUISI PERCAKAPAN DI LUAR SUARA RIUH Nurwardhani; Muhammad Darwis; Aziz Thaba; Asriani Abbas
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18 No 2 (2022)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/hea6a496

Abstract

ABSTRAK: Salah satu keunggulan sastrawan adalah menciptakan estetika dan identitas dengan bahasa. Salah satu caranya adalah melakukan deviasi. Demikian tujuan penelitian ini yaitu mengetahui style kebahasaan Sapardi Djoko Damono dalam puisi Percakapan di Luar Suara Riuh. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis data berpola interaktif dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa diksi bermakna konotatif lebih dominan daripada diksi bermakna denotatif pada puisi Percakapan di Luar Suara Riuh karya Sapardi Djoko Damono. Penggunaan diksi bermakna konotatif lebih banyak digunakan penyair untuk mengkomunikasikan makna yang ingin disampakan menggunakan kata yang mengandung makna komunikatif yang terlepas dari makna harfihnya berdasarkan pemikiran/perasaan penyair atau persepsi penyair yang dibahasakan dan tidak menggunaka makna sebenarnya. Hal ini bertujuan agar pembaca dapat menginterpretasikan puisi Karya Sapardi Djoko Damono dengan luas dan sesuai pendapat masing-masing pembaca.