p-Index From 2021 - 2026
0.751
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ZOOTEC
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis pendapatan peternak sapi di Desa Saleo Kecamatan Bolangitang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Utara C M Danupoyo; B Rorimpandey; F H Elly
ZOOTEC Vol. 42 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.056 KB) | DOI: 10.35792/zot.42.1.2022.38914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besar pendapatan peternak sapi dan pengaruh variabel-variabel (jumlah kepemilikan ternak, biaya pakan, biaya tenaga kerja dan pengalaman beternak) terhadap pendapatan peternak sapi di Desa Saleo Kecamatan Bolangitang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Saleo dengan waktu penelitian selama satu bulan yaitu dari bulan Januari – Februari 2021. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara pada responden peternak sapi dengan menggunakan kuisioner yang telah disiapkan. Penentuan sampel adalah purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu sesuai dengan tujuan penelitian, atas dasar pertimbangan bahwa petani peternak memiliki minimal 2 ekor ternak sapi dan minimal sudah 3 tahun beternak. Jumlah pendapatan petani peternak sapi di Desa Saleo Kecamatan Bolangitang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Utara rata-rata dalam setahun sebesar Rp. 23.573.167. Secara simultan variabel jumlah ternak sapi, variabel biaya pakan, variabel biaya tenaga kerja serta variabel pengalaman beternak berpengaruh nyata terhadap pendapatan peternak sapi sedangkan secara parsial variabel biaya pakan dan pengalaman beternak tidak nyata berpengaruh terhadap pendapatan. 
Analisis kelayakan finansial usaha ternak babi di Kecamatan Kakas Kabupaten Minahasa C A Kapantow; F H Elly; B Rorimpandey; N M Santa
ZOOTEC Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.411 KB) | DOI: 10.35792/zot.42.2.2022.43183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha ternak babi di Kecamatan Kakas Kabupaten Minahasa. Lokasi penelitian dilaksanakan di Desa Sendangan, Desa Kaweng dan Desa Tounelet Kecamatan Kakas Kabupaten Minahasa selama bulan Oktober – Desember tahun 2020. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Penentuan sampel menggunakan metode Purposive Sampling berdasarkan pertimbangan bahwa, memiliki populasi ternak babi terbanyak, memiliki usaha dengan model kombinasi pembibitan dan penggemukan, sudah dijalankan lebih dari 1 tahun, dan sudah pernah menjualternak babi. Berdasarkan penelitian bahwa analisis Revenue Cost Ratio diperoleh nilai >1 dan analisis Break Event Point, usaha ternak babi didesa sampel memiliki nilai titik impas penjualan sebesar 3.329 kg dan sebanyak 36 ekor pada penerimaan Rp. 180.447.313. Hal ini berarti usaha peternakan didesa sampel telah beroperasi melebihi nilai Break Event Point karena jumlah ternak yang terjual sebesar 39,358 kg sebanyak 420 ekor dengan penerimaan Rp. 348.473.871 per peternak.
Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan pedagang pengecer daging babi di pasar tradisional kota Manado D Kogoya; B Rorimpandey; S J.K Umboh
ZOOTEC Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.458 KB) | DOI: 10.35792/zot.42.2.2022.43563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya modal (biaya operasional) dan keuntungan serta menganalisis pengaruh modal, jam kerja, jumlah daging babi, harga jual dan lama usaha terhadap keuntungan pedagang pengecer daging babi di pasar tradisional bersehati dan pinasungkulan Kota Manado. Penelitian telah dilaksanakan sejak tanggal 18 Juni 2021 sampai 20 Juli 2021. Penentuan sampel didasarkan pada metode purposive sampling dengan jumlah pedagang pengecer yang dijadikan sampel sebanyak 31 orang. Model analisis data`menggunakan 2 (dua) pendekatan yaitu analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian diperoleh bahawa, modal (biaya operasional) pedagang pengecer daging babi di pasar Pinasungkulan dan pasar Bersehati Kota Manado rata-rata Rp. 4.713.624 per hari per responden dengan rata-rata tingkat keuntungan Rp. 429.157 per hari per responden atau rata-rata keuntungan perbulan Rp.12.874.718 per responden dengan rata-rata berat dari keseluruhan bagian daging babi sebanyak 2.721 kilogram perbulan. Besarnya keuntungan pedagang pengecer daging babi di pasar tradisional bersehati dan pinasungkulan kota Manado sangat nyata dipengaruhi oleh besarnya modal (biaya operasional), curahan jumlah jam kerja dan jumlah daging babi yang di jual sedangkan harga jual dan lama berdagang nyata berpengaruh terhadap besarnya keuntungan yang diperoleh pedagang pengecer daging babi.
Analisis margin of safety usaha ayam petelur di Desa Tetey Kabupaten Minahasa Utara N.M Santa; M. A.V Manese; B Rorimpandey; F.P Rorimpandey
ZOOTEC Vol. 43 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.018 KB)

Abstract

Usaha peternakan ayam ras petelur “UD. Tetey Permai” di Desa Tetey Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara telah melakukan ekspansi 32.000 ekor pada tahun 2021 dari sebelumnya 10.000 ekor tahun 2019. Agar tidak mengalami kerugian, berapakah jumlah penurunan penjualan telur yang dapat terjadi pada usaha peternakan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis break even point dan margin of safety (MOS) usaha peternakan ayam ras petelur “UD. Tetey Permai” Desa Tetey Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara. Tahun 2019 populasi sebanyak 10.000 ekor dan tahun 2021 melakukan ekspansi dengan jumlah 32.000 ekor. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa titik impas diperoleh nilai sebesar Rp561.049.580, sedangkan titik impas dalam satuan unit jumlah telur diperoleh 3.392.579 butir dengan tingkat keuntungan yang diperoleh sebesar Rp10.493.942.846 per periode produksi. Hasil analisis MOS sebesar 41,57%, artinya penurun jumlah penjualan telur yang dapat ditolerir agar peternak tidak mengalami kerugian yaitu 41,57% dari total penjualan, apabila penurunan terhadap penjualan lebih dari 41,57%, maka perusahaan akan mengalami kerugian.