This Author published in this journals
All Journal Historiography
Melinda Agil Pangesti
Universitas Negeri Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PAGELARAN WAYANG KULIT: PEMANFAATAN DALANG SEBAGAI PROPAGANDA POLITIK 1986-1990 Melinda Agil Pangesti; R Wisnubroto; Nur'aeni Martha
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.278 KB) | DOI: 10.17977/um081v1i22021p124-145

Abstract

The shadow puppet is a cultural heritage of Indonesia that has emerged decades ago, which has also been recognized by the world. The puppet is a means of entertainment, as well as a place to express ideas. After the tragedy of the September 30th Movement, the New Order government issued a strategy for the continuation of social and political authority. This research examines wayang performance, namely the role of the puppeteer (dalang) in conveying development propaganda in Indonesia, especially in Banyumas, Central Java in 1986-1990. Wayang kulit performances during the New Order era through modified stories with developmental nuances.Tradisi wayang kulit merupakan warisan budaya Indonesia yang kemunculannya sejak puluhan tahun lalu, yang mana sudah diakui pula oleh dunia. Wayang sebagai sarana hiburan, juga sebagai tempat menuangkan gagasan. Pasca tragedi Gerakan 30 September, pemerintah Orde Baru mengeluarkan strategi dalam keberlangsungan otoritas sosial dan politik. Dalam penelitian ini mengkaji pementasan wayang, yaitu peran dalang dalam menyampaikan propaganda pembangunan di Indonesia, khususnya di Banyumas, Jawa Tengah pada tahun 1986-1990. Pertunjukan wayang kulit pada era Orde Baru menggunakan lakon yang telah dimodifikasi bernuansa pembangunan.