Ashar Hidayah, S.Pd. M.Pd
Jln. Sultan Alauddin

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ENSIKLOPEDIA TRAFFIC SIGNS; SOLUSI CERDAS MEMPERKENALKAN ROAD SAFETY CULTURE PADA ANAK SEKOLAH Ashar Hidayah, S.Pd. M.Pd
JURNAL PENA Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu permasalahan yang selalu dihadapi beberapa kota besar di Indonesia adalah masalah lalu lintas. Hal ini terbukti dari adanya indikasi angka kecelakaan lalu lintas yang selalu meningkat. Kebiasaan berlalu lintas semakin hari semakin memprihatinkan. Tingkat kesadaran para pengguna jalan raya terhadap pentingnya keselamatan sangat minim khususnya dikalangan para remaja, ini terlihat dari tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang sebagian besar dialami anak sekolah/remaja. Salah satu solusinya yaitu Ensiklopedia Traffic Signs yang merupakan sebuah buku yang berisi tentang rambu-rambu lalu lintas yang dipasang di pinggir jalan, yang berisi tentang lambang, huruf, angka, kalimat, atau gambar dengan bentuk yang berbeda-beda seperti bentuk lingkaran, segitiga, kotak dan sebagainya. Ensiklopedia Traffic Signs digunakan untuk memberi peringatan (rambu peringatan), perintah (rambu perintah), larangan (rambu larangan), dan pertunjuk (rambu petunjuk) bagi pengguna jalan. Ensiklopedia Traffic Signs diharapkan dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada remaja atau bahkan masyarakat luas tentang peraturan lalu lintas dan mengurangi angka kecelakaan yang terjadi di jalan. 
PENGEMBANGAN MODEL TIL (THE INFORMATION LITERACY) TIPE THE BIG6 DALAM PROSES PEMBELAJARAN SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN BUDAYA LITERASI DI SEKOLAH Ashar Hidayah, S.Pd. M.Pd
JURNAL PENA Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya minat dan kebiasaan membaca, menulis, menyimak, serta berpikir kritis siswa di Indonesia juga dijelaskan oleh lembaga lietrasi dunia. Menurut data PIRLS Progress International Reading Literacy Stuudy tahun 2011 yaitu suatu lembaga uji literasi dunia menerangkan bahwa uji literasi membaca yang mengukur aspek memahami, menggunakan, dan merefleksikan hasil membaca dalam bentuk tulisan, Indonesia menduduki urutan ke-45 dari 48 negara peserta, dengan memperoleh skor 428 dari skor rata-rata 500. Selain itu, pada PISA 2012 peringkat Indonesia menurun yaitu berada pada peringkat ke-64 dari 65 peserta dengan skor 396 dari skor rata-rata 496. Kondisi tersebut sangatlah memprihatinkan karena hanya dengan gemar membaca seseorang akan memperoleh pengetahuan, dan wawasan baru yang akan meningkatkan kecerdasan sehingga mereka lebih mampu menjawab tantangan hidup. Salah satu cara untuk mengantisipasi masalah tersebut di atas yaitu dengan gerakan literasi sekolah (GLS) yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca siswa. Sesuai dengan tahapan dari budaya literasi sekolah yang dimulai dari tahap pembiasaan seperti kegiatan membaca buku 15 menit sebelum pelajaran di mulai, selanjutnya diarahkan pada tahap pengembangan yaitu kegiatan memahami bacaan, berpikir kritis, dan mengolah kemampuan komonikasi. Kemudian tahapan pembelajaran yaitu kegiatan literasi yang merupakan tindak lanjut di tahap pengembangan dapat diteruskan sebagai bagian dari pembelajaran dan dinilai secara akademik. Dalam hal ini penulis memberikan solusi salah satunya yaitu pengembangan model TIL (The Information Literacy) tipe The Big Six dalam proses pembelajaran sebagai upaya menumbuhkan budaya literasi di sekolah. Adapun tahapan dari model TIL yaitu Task Defenition (Defenisi Tugas), Information Seeking Strategies (Strategi Mencari Informasi), Location and Access (Lokasi dan Akses), Information Use (Menggunakan Informasi), Synthesis (Sintesis), Evaluation (Evaluasi). Melalui model TIL dapat mempermudah siswa dalam menemukan informasi sesuai kebutuhan danmenggunakan informasi tersebut secara efektif. Selain itu pengembangan model TIL dapa meningkatkan minat baca siswa, sehingga indonesia dapat menjadi negara yang minat dan kebiasaan membacanya tergolong tinggi. 
TAKAKURA HOME METHOD; SOLUSI CERDAS MENCIPTAKAN MAKASSAR TA’ TIDAK RANTASA Ashar Hidayah, S.Pd. M.Pd
JURNAL PENA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan masalah yang sejak dulu hingga kini sulit untuk diatasi dalam lingkungan masyarakat, karena sampah telah menjadi barang keseharian masyarakat. Setiap hari manusia menghasilkan sampah dari hasil kegiatan mereka. Penumpukan sampah menyebabkan timbulnya berbagai penyakit seperti diare, thipus, dan sebagainnya. Selain itu, sampah dapat pula menyebabkan perairan menjadi tercemar, badan-badan air warnaya hitam dan berbau busuk serta dapat menyebabkan banjir yang dapat mengancam kelangsungan dan kelestarian lingkungan hidup.Untuk menangani masalah sampah tersebut salah satu solusi yaitu dengan Takakura Home Method yaitu alat pengomposan skala rumah tangga yang memiliki bentuk sederhana, dan praktis, alat dan bahan yang digunakan mudah diperoleh disekitar kita. Sehingga Takakura Home Method dapat menciptakan Makassar sebagai kota dunia, kota yang sehat, aman, unggul dan sejahtera serta dapat meraih piala adipura.