Kinerja pengawas Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Bulukumbaberjalan dengan baik karena (1) pengawas Pendidikan Agama Islam melaksanakan observasi kelas untuk mengetahui tentang segala sesuatu yang terjadi di dalam proses pembelajaran di kelas. Observasi oleh kepala madrasah yang dilakukan bukan untuk mencari kesalahan, akan tetapi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran; (2) pengawas Pendidikan Agama Islam melaksanakansupervisi individual yang menitikberatkan pada pengamatan terhadap kegiatan pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas. Pengawas melakukan supervisi individual sebagai kegiatan membina atau membimbing guru secara individu agar bekerja dengan betul dalam mendidik dan mengajar peserta didik; (3) pengawas Pendidikan Agama Islam melakukan supervisi kelompok yang merupakan teknik supervisi yang dilaksanakan dalam pembinaan guru secara bersama-sama oleh supervisor dengan sejumlah guru. Kompetensi guru Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Bulukumba dapat dilihat dari pelaksanaan pembelajaran yaitu guru mengawali pembelajaran secara efektif dan menyenangkan, guru menggunakan media pembelajaran yang efektif yang berbasis Information Technology Comunication (ITC) sehingga sangat menunjang kualitas peserta didik, hanya masih ada guru belum menggunakan media ITC penyebab ada guru yang tidak menggunakan media ITC karena masih ada madrasah yang belum menyediakan media ITC. Guru menerapkan metode pembelajaran secara bervariasi namun tidak semua guru menerapkannya. Metode ceramah yang paling sering diterapkan, artinya guru tersebut hanya memperhatikan satu aspek saja, yakni aspek penyampaian informasi inilah menyebabkan peserta didik kurang memiliki sikap kritis dan kualitasnya semakin menurun. Guru melaksanakan evaluasi pembelajaran secara rutin yaitu evaluasi awal, evaluasi pada saat proses pembelajaran, dan evaluasi akhir, serta evaluasi semester guna mengukur kemampuan peserta didik dan keberhasilan guru melaksanakan pembelajaran.