Strategi guru dalam proses interaksi di sekolah menengah kejuruan (SMK), pembelajaran yang terjadi adalah proses Pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan/ skill (psikomotorik). Peserta didik dilatih dan diarahkan untuk memiliki kompetensi dan kemampuan berkompetisi, baik secara pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Hasil penilaian pada mata pelajaran terdahulu memberi dampak pencapaian pelajaran yang diterima saat ini. Maka Apakah memang ada kontribusi hasil belajar Gambar Teknik dengan hasil belajar dari pelajaran Instalasi Motor Listrik. Dengan metode analisis uji beda t, maka data skunder dianalisia dan di uji. Teknik Total sampling dilakukan pada peserta didik kelas XI sebanyak 59 orang, rata-rata nilai Pengetahuan gambar teknik 55,36 (skala 100), keterampilan 41,32, rata-rata akhir 48,34. Mata pelajaran Instalasi Motor listrik, rata-rata pengetahuan 71,84 (pada skala 100), keterampilan 71,30, dan rata-rata akhir 71,57. Hasil pengelompokan skor baku, diperoleh kelompok tinggi dari total populasi, 64% pada posisi rendah, dan 36% pada posisi tinggi. Indeks perbedaan uji t diperoleh, 0,004333062, menurut tabel, untuk df = 57 (n-1) pada taraf signifikan 5%, diperoleh nilai t tabel = 2,00. Dengan demikian t hitung lebih kecil (0,004) dari t tabel (2,00), maka hipotesa tidak diterima kebenarannya, Maka dapat ditarik kesimpulan, tidak terdapat kontribusi yang berarti, yang diberikan oleh Nilai Hasil belajar mata pelajaran Gambar Teknik kelas X terhadap hasil belajar mata pelajaran Instalasi Motor Listrik kelas XI peserta didik. Dengan demikian dapat dinyatakan kemampuan dalam pembelajaran Gambar Teknik menjadi salah satu penunjang keberhasilan dalam pembelajaran mata pelajaran Instalasi Motor Listrik.