p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Teknika
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN HUBUNGAN ANTARA DIMENSI PENAMPANG, MUTU BAJA DAN MUTU BETON TERHADAP NILAI DAKTILITAS BETON BERTULANG Totok Apryanto; Hartopo Hartopo
Teknika Vol 17, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v17i2.5423

Abstract

Kegagalan struktur beton bertulang dalam keadaan daktail akan didahului oleh adanya retak-retak pada serat tertarik. pengurangan dimensi penampang ataupun pengurangan mutu beton sebuah elemen struktur, tidak hanya akan mengurangi kapasitas penampang dalam merespons beban, tetapi juga akan berpengaruh terhadap mekanisme kehancuran beton yang bersifat getas karena tidak didahului oleh adanya tanda-tanda retak. Pengurangan dimensi penampang akan menjadikan tulangan tarik menjadi lebih kuat dari beton tekannya, sehingga pada saat terjadi pembebanan berlebih, regangan beton tekan akan tercapai lebih dulu mendahului regangan baja tariknya. Serat tertarik belum ditandai oleh adanya retak-retak rambut, dan kondisi ini akan sangat berbahaya pada saat regangan leleh baja terlampaui karena kehancuran beton bertulang akan bersifat mendadak. Untuk alasan-alasan tertentu pengurangan dimensi penampang dapat dipertimbangkan untuk dilakukan, dengan nilai fy antara 300-350 dan fc’ antara 30-35. Sedangkan batas toleransi pengurangan dimensi penampang beton untuk lebar (b) direkomendasikan sebesar 4 % dan untuk tinggi effektifnya (d) sebesar 2,5 %.
ANALISIS PENAMBAHAN BORE PILE PADA PIER JEMBATAN AKIBAT TIDAK TERCAPAINYA KAPASITAS DAYA DUKUNG TIANG HASIL PDA TEST STUDI KASUS JEMBATAN SANJOYO RUAS TOL SEMARANG – SOLO Hartopo Hartopo; Totok Apriyanto
Teknika Vol 17, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v17i2.5424

Abstract

Kapasitas daya dukung tiang bor dari hasil PDA test yang lebih kecil dari kapasitas daya dukung ijin tiang secara analitis diperlukan review terhadap jumlah tiang bor untuk mendapatkan kapasitas daya dukung tiang bor kelompok guna menahan beban dari struktur atas jembatan. Hasil bacaan uji PDA di P1 Jembatan Sanjoyo, nilai kapasitas daya dukung ijin (Qa) dengan SF = 2 sebesar 315,5 ton. Sementara kapasitas daya dukung ijin hasil analisis untuk tiang bor diameter 1,2m adalah sebesar 500 ton. Penelusuran terhadap penyebab tidak tercapainya kapasitas daya dukung bore pile dari uji PDA dilakukan dengan pegumpulan data terhadap jumlah jam pengeboran pada tiap-tiap titik tiang bor. Jumlah jam pengeboran ≥ 2,5 diklasifikasikan sebagai tiang bor sudah mencapai tanah keras, sedangkan jumlah jam pengeboran < 2,5 jam diklasifikasikan sebagai ujung tiang bor belum mencapai tanah keras.  Dari kriteria tersebut, maka terdapat 7 tiang bor yang tidak duduk di atanah keras. Berdasarkan pembebanan yang bekerja, diketahui bahwa beban yang diterima bore pile hanya sebesar 378 ton, sehingga penambahan bore pile yang direkomendasikan sejumlah 2 titik, yaitu di titik 16 dan 17 dengan kedalaman ± 11m.