Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH KETERLAMBATAN WAKTU TERHADAP BIAYA MENGGUNAKAN EARNED VALUE CONCEPT (PADA PROYEK JETTY DI PULAU WAIBALUN, FLORES TIMUR) WISNU ABIARTO NUGROHO; Kusnul Yakin; Maulidya Octaviani Bustamin; Hendrikus Andriano Daeng Weking
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 3 No 1 (2019): Narotama Jurnal Teknik Sipil (JUNI, 2019)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31090/njts.v3i1.847

Abstract

Selama fase konstruksi, produktivitas yang tidak akurat karena manajemen proyek yang tidak tepat sering terjadi.Biaya yang tidak dapat diprediksi, periode konstruksi yang lama serta kualitas konstruksi yang buruk menjadi masalah manajemen proyek.Hal ini perlu guna mengidentifikasi penyimpangan terkait biaya dan jadwal yang berorientasi pada kinerja.Penelitian ini mengkuantifikasi kinerja proyek dengan metode Earned Value Concept. Untuk Pengembangan Proyek jembatan Jetty di pulau Waibalun menggunakan Anggaran Biaya Jadwal Kerja (BCWS), Anggaran Biaya Kerja Dilaksanakan (BCWP) dan Aktual Biaya Kerja Dilakukan (ACWP) sebagai indikator untuk menganalisis nilai-hasil dari Varians Biaya (CV), Jadwal Varians (SV), Indeks Kinerja Biaya (CPI), Jadwal Kinerja Indeks (SPI) di samping perkiraan Estimasi Jadwal (EAS) dan Perkiraan Biaya Perkiraan proyek (EAC) menggunakan Microsoft Excel.Pada penelitian menunjukkan bahwa hingga minggu ke-16 Kinerja proyek di tinjau berdasarkan schedule performance index (SPI) sebesar 0,870, kinerja proyek terhadap biaya, cost performance index (CPI) sebesar 0,893 (CPI<1) dan (SPI<1) menunjukan bahwa kinerja biaya yang buruk .Hal ini disebabkan karena biaya yang dikeluarkan ACWP lebih besar dibandingkan nilai yang di dapat dari penyelesaian pekerjaan selama periode waktu tertentu.,maka dengan kondisi tersebut proyek mengalami keterlambatan -5,625% dan penambahan waktu proyek atau Extension Of Time (EOT) sebesar ( 16 minggu) . BCWP sampai minggu ke-16 = Rp 433.000.000,00 BCWS sampai minggu ke-16 =Rp 499.957.901,00 ACWP sampai minggu ke-16=Rp484.617.468,00 penyimpangan terhadap jadwal Rp.66.957.901,00 dan terhadap waktu sebesar Rp.51.617,468,00.
A Sudy of the Occupational Safety and Health Management System (SMK3) in Construction Companies (Case Study: Occupational of the Viar or TosaShowroom Building): Kajian Sistem Manajemen Keselamatam dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada Perusahaan Konsruksi Bangunan (Studi Kasus: K3 Pembangunan Gedung Showroom Viar) Maulidya Octaviani Bustamin; Wisnu Abiarto Nugroho; Petrus Para Mite
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 8 No 1 (2026): Vol 8 No 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v8n1.p89-95

Abstract

This study aims to examine the occupational safety and health (OSH) management system in a construction company, specifically in the Viar or Tosa showroom construction project. It also analyzes workplace accident prevention efforts and the impact of occupational health on work quality. The study employs an observational approach with a descriptive method, while data were analyzed quantitatively using SPSS software. The findings reveal that most workers (92.3%) understood the implementation of the OSH management system, supported by the availability of personal protective equipment (PPE) such as helmets, vests, gloves, and safety shoes. In terms of accident prevention, 88.4% of workers were involved in planning OSH programs, reflecting the company’s commitment to workplace safety. The study further shows that all workers consistently applied the use of PPE during construction activities. Moreover, occupational health practices were found to have a significant influence on work quality, as the majority of workers recognized the importance of the OSH management system in ensuring safety and improving productivity.