Kamila Kamila
MIS DDI Lipu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Meningkatkan budaya literasi membaca dan menulis siswa melalui pembiasaan di kelas Kamila Kamila
Indonesian Journal of Educational Development Vol. 3 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.7365136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan budaya literasi membaca dan menulis peserta didik dengan cara melakukan kegiatan pembiasaan peserta didik siswa MI DDI Lipu di Madrasah. Mengingat kondisi siswa yang saat ini jauh sekali dari keinginannya untuk membaca dan menulis, baik di rumah ataupun di madrasah. Dalam penelitian ini yang menjadi sasarannya adalah seluruh siswa kelas satu sampai dengan kelas enam. Kegiatan pembiasaan yang di laksanakan memiliki jadwal yang telah disusun berdasarkan hasil rapat kepala Madrasah dan dewan guru. Kegiatan pembiasaan budaya literasi membaca dan menulis ternyata di sambut baik oleh guru dan siswa. Pelaksanaan kegiatan pembiasaan ini sudah berjalan selama dua bulan dan di pantau langsung oleh kepala madrasah sebagai penggagas kegiatan pembiasaan ini. Siswa sangat antusias mengikuti kegiatan pembiasaan ini. This study aims to improve the reading and writing literacy culture of MI Lipu students in Madrasahs.considering the current condition of students who are far from wanting to read and write, either at home or in schools. In this study, the targets were all students in grades one through six. Habituation activities carried out have a schedule that has been prepared based on the results of the head meeting madrasah and teacher councils. cultural habituation activities Literacy reading and writing. was well received by teachers and students. The implementation of this habituation activity has been running for two months. and monitored directly by the head of the madrasa as the initiator of this habituation activity. All of students were very enthusiastic in participating in this habituation activity.