Kemajuan mutu pendidikan utamanya peningkatan proses pembelajaran yang dilakukan guru di sekolah akan mampu diupayakan lewat sebuah penelitian tindakan. Oleh karenanya penulis mencoba melakukan penelitian ini demi adanya upaya perbaikan tersebut. Tujuan tersebut terfokus adalah untuk meningkatkan prestasi belajar IPA siswa Kelas VI semester II SD Negeri 2 Bebetin Tahun Pelajaran 2019/2020 setelah usaha maksimal penggunaan model pembelajaran Inkuiri dalam pembelajaran. Peningkatan prestasi belajar tersebut datanya diperoleh lewat pemberian tes, setelah data diperoleh, selanjutnya dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Perolehan data hasil penelitian ini, ternyata menggembirakan setelah cara pembelajaran yang konvensional dirubah menggunakan model Inkuiri. Kegiatan penelitian ini menghasilkan suatu peningkatan yang diharapkan yaitu meningkatnya perolehan data awal yang baru mencapai 64,42 dengan ketuntasan belajar 53% pada siklus I naik menjadi 74,11 dengan ketuntasan belajar 74%, dan pada siklus II naik menjadi 84,37 dengan ketuntasan belajar 100%. Hasil tersebut membuktikan keberhasilan penelitian ini sehingga peneliti berkesimpulan bahwa usaha maksimal penggunaan model pembelajaran Inkuiri dapat meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas VI semester II SD Negeri 2 Bebetin tahun pelajaran 2019/2020. The progress of the quality of education, especially the improvement of the learning process carried out by teachers in schools, will be able to be pursued throughan action research. Therefore, the author tries to do this research for the sake of these improvements. The goal is clearer and more focused, namely to improve the science learning achievement of Class VI students in the second semester of SD Negeri 2 Bebetin for the 2019/2020 academic year after maximum efforts are made to use the Inquiry learning model in learning. The increase in learning achievement data is obtained through the provision of tests, after the data is obtained, then analyzed using descriptive analysis. The data obtained from this study were encouraging after the conventional learning method was changed using the Inquiry model. This research activity resulted in an expected increase, namely the increase in initial data acquisition which only reached 64.42 with 53% learning completeness in the first cycle increasing to 74.11 with 74% learning completeness, and in the second cycle increasing to 84.37 with learning mastery 100%. These results prove the success of this study, so the researchers concluded that maximum effort in using the Inquiry learning model can improve science learning achievement for sixth grade students in the second semester of SD Negeri 2 Bebetin for the 2019/2020 school year.