Penelitian yang dilakukan adalah field research dengan metode penelitian kualitatif deksriptif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi pelajar di SMP IT Al-Furqon terkait pornografi di era pandemi, tindakan yang telah dilakukan oleh guru BK di SMP IT Al-Furqon untuk menangani kasus pornografi, sikap orang tua mengetahui anaknya terkena kasus pornografi, dan kondisi siswa yang terkena kasus pornografi setelah dilakukan treatment. Di dalam penelitian ini, peneliti melakukan observasi dan wawancara dengan guru BK di SMPIT Al-Furqon tentang kasus pornografi di sekolah, dampaknya bagi siswa yang mengalami dan siswa lain, dan tindakan yang dilakukan oleh guru BK dalam menangani kasus-kasus tersebut. Peneliti juga melakukan beberapa tindakan atau treatment kepada siswa dan orang tua. Treatment yang dilakukan peneliti diantaranya adalah bimbingan kelompok, layanan penguasaan konten, dan bimbingan lanjutan. Hasil yang diperoleh dari treatment yang dilakukan kepada siswa adalah pertama dari penilaian segera (Laiseg), hasilnya ditandai dengan anak atau siswa yang mengalami kasus sepakat untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya. Kedua, dari penilaian jangka menengah (Laijapen) hasilnya siswa mengahapus aplikasi, konten, memblokir akun, dan menyerahkan handphone ke guru BK. Ketiga, dari penilaian jangka panjang (Laijapang) hasilnya dapat terlihat dari komitmen siswa yang akan terlihat minimal satu semester atau satu tahun. Sedangkan hasil yang diperoleh dari treatment yang dilakukan kepada orang tua siswa adalah pertama, dari penilaian segera (Laiseg) adalah orang tua yang menyadari perbuatan yang dilakukan oleh anak mereka dan akan melakukan tindak tegas kepada anaknya. Kedua, dari penilaian jangka menengah (Laijapen) adalah terjadi perubahan sikap dan tingkah laku, orang tua dan anak semakin akrab atau dekat. Ketiga, dari penilaian jangka panjang (Laijapang) hasilnya dapat terlihat minimal satu semester atau satu tahun.