p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JUBIKOPS
Faiz Mudhokhi
Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

OPTIMALISASI LAYANAN BK DI SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN CYBERCOUNSELING SEBAGAI UPAYA MEREDUKSI NARKOLEMA PADA PELAJAR Faiz Mudhokhi
Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 2 No 1 (2022): JUBIKOPS: Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Barru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh pada masa pandemi secara tidak langsung memberikan kesempatan kepada siswa untuk bisa mengakses konten narkolema. Narkolema adalah pornografi yang dapat di akses manusia lewat mata yang dapat merusak otak. Layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah seharusnya mampu untuk mereduksi siswa dalam mengakses konten tersebut dan salah satu layanan yang dapat digunakan adalah cybercounseling. Tujuan dari artikel adalah untuk mengetahui strategi optimalisasi layanan BK di sekolah dalam pelaksanaan cybercounseling sebagai upaya mereduksi narkolema pada pelajar. Penulisan artikel ini menggunakan metode penelitian studi pustaka dengan menghimpun dan mengkaji menggunakan sumber literatur berupa buku, artikel prosiding, jurnal nasional maupun jurnal internasional yang berkaitan dengan variabel penelitian. Didapatkan hasil Guru Bimbingan dan Konseling dengan berbagai permasalahannya diharuskan mampu mereduksi akses siswa berkaitan dengan narkolema melalui cybercounseling. Pelaksanaan cybercounseling dapat berbentuk konseling virtual melalui aplikasi video conference (zoom/video call whatsapp), atau aplikasi messenger (facebook messengger/whatsapps), selain itu juga dapat didukung dengan pembuatan Papan Bimbingan Online dengan website serta penggunaan sosial media untuk memberikan kesempatan interaksi dua arah antar guru BK dan siswa. Dengan adanya perkembangan tersebut, maka sudah selayaknya guru bimbingan dan konseling meningkatkan pemahaman dan kemampuan berkaitan dengan cybercounseling. Hal tersebut dilakukan agar guru BK mampu untuk memberikan layanan melalui internet dalam bentuk cybercounseling agar dapat menjangkau siswa tanpa mengenal waktu dan jarak.