Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENDIDIKAN KESEHATAN DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS BAGI IBU HAMIL PADA MASA NEW NORMAL COVID-19 DI DESA OEPRIGI POPNAM NTT Roslin E. M. Sormin; Matilda Bupu Ria; Maria M. Theofila Duka; Merry L. F. Tumeluk; Damita Palalangan
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 4 No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v4i3.4123

Abstract

Adanya Pandemi covid-19 ini menyebabkan ibu hamil menjadi tidak begitu mawas dengan asupan nutrisi dan kondisi kesehatannya secara umum. Pada umumnya, sebagian besar ibu hamil di Desa Oeprigi Popnam NTT tidak melakukan pemeriksaan kehamilan apabila tidak ada keluhan yang berat selama masa kehamilan. Hal ini mereka lakukan karena takut akan tertular covid-19. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang nutrisi selama kehamilan dan mendeteksi dini gangguan/masalah kehamilan melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis di Desa Oeprigi Popnam NTT. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 25 Oktober 2021 yang diikuti oleh 32 ibu hamil di Balai Desa Oeprigi Popnam. Ibu hamil diberikan pre test sebelum penyuluhan berlangsung dan diberikan post test setelah diberikan penyuluhan. Ibu hamil juga kemudian diberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis untuk mengetahui status kesehatan ibu hamil sekaligus mendeteksi dini keluhan dan gangguan pada masa kehamilannya. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan tentang gizi ibu hamil memiliki dampak positif terhadap pemahaman ibu, yaitu lebih sebanyak 81,3% ibu hamil memiliki pengetahuan yang baik setelah penyuluhan disbanding sebelum penyuluhan yang hanya 9,4%. Selain itu, berdasarkan hasil pemeriksaan terdeteksi bahwa dari 32 ibu hamil, sebanyak 3 orang ibu hamil terdiagnosa mengalami masalah kehamilan. Jadi, kegiatan pendidikan kesehatan efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai pentingnya asupan gizi selama masa pandemi covid-19 dan pemeriksaan kehamilan gratis juga menjadi penting dilakukan untuk dapat melakukan deteksi dini gangguan atau masalah kehamilan selama masa pandemi covid-19.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN ISPA PADA BALITA Roslin E. M. Sormin; Matilda Bupu Ria; Muhammad Saleh Nuwa
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 12 No 1 (2023): April
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/jikmh.v12i1.316

Abstract

Acute respiratory tract infection (ARI) is still one of the diseases with the highest number of sufferers/patients, this is due to the high mortality rate caused by ARI, especially in toddlers. The impact of this disease on toddlers is a decrease in the immune system, late growth development, and they are vulnerable to suffer from malnutrition and others. The purpose of this study is to identify the knowledge level of mothers about ARI on infants in the work area ofOesapa Community Health Center. This type of descriptive research with a cross sectional sample approach in this study as many as 98 of the population of 134 toddlers with sample techniques using simple random sampling.The instruments used in the questionnaire have been tested for validity and rehabilitation Based on the research results in the work area of Oesapa Community Health Center and the discussion that has been described previously, the following conclusions can be drawn, the mother's knowledge about ARI in infants are in the poor category of 47 respondents (48, 0%), ARI prevention behavior in children or toddlers shows that the majority of respondents have good behavior that is as many as 40 respondents (40.8%), there is a relationship between the level of knowledge with ARI prevention behavior in toddlers. Chi squar statistical test results (ρ) = 0.017 <0.005. is expected to provide useful information and can be used as a material in order to improve health programs for toddlers, especially those related to ARI in Oesapa Community Health Center.
KOMUNIKASI EFEKTIF ANTAR BUDAYA PADA ANAK SMK GAPURA PERTIWI Antonius Rino Vanchapo; Lisa Amelia; Erna Setyaningrum; Roslin E. M. Sormin
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 9: September 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi Efektif Antar Budaya dalam lingkungan sekolah siswa-siswi datang dari suatu tempat atau daerah sudah pasti tidak akan terlepas dari budaya di mana lahir dan dibesarkan. Dengan budaya yang mengakar di dalam dirinya, para siswa-siswi harus berbagi ruang dengan orang lain dari budaya lain. Komunikasi antar budaya sebagai bentuk komunikasi antar pribadi. Antara interaksi dengan komunikasi sangat erat karena hubungan-hubungan perilaku prasangka sebagai dasar pembentukan komunikasi. Adapun tujuan generasi penerus mempunyai rasa toleransi yang tinggi di zaman yang semakin maju. Pada pilihan dan keputusan yang berbeda-beda tetapi tetap satu Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan pelatihan komunikasi efektif antar budaya ini mengambil tempat di SMK GAPURA PERTIWI. Siswa-siswi menuntut ilmu di lingkungan ini dengan latar belakang yang berbeda dapat menimbulkan konflik, konflik dapat diredam dengan lahirnya sebuah kesadaran bahwa setiap orang harus bisa memahami perbedaan, budaya, agama, ras, sosial ekonomi, bahasa atau pengetahuan dari latar belakang yang berbeda-beda. Adapun alasan yang menjadi target kegiatan pada siswa-siswi di sekolah ini adalah tidak lain untuk membekali para siswa-siswi, pengetahuan terkait saling menghormati dan menghargai satu sama lain. Metode latihan (Praktik) siswa di mulai dari lingkungan sekitar. Faktor-faktor efektivitas komunikasi antar pribadi di tentukan dengan adanya pemberian empati.
Association between exclusive breastfeeding and stunting among toddlers in a high-burden rural community of South Central Timor: a cross-sectional study Roslin E. M. Sormin; Emanuel Gerald Alan Rahmat
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 15, No 3: September 2026
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v15i3.26943

Abstract

This cross-sectional study assessed the relationship between exclusive breastfeeding and stunting among toddlers in Batuputih, South-Central Timor, East Nusa Tenggara, Indonesia. Conducted in July 2025, it involved 52 children aged 6-59 months using total sampling. Exclusive breastfeeding history was obtained through caregiver interviews and verified with health records to reduce recall bias. Height-for-age z-scores were measured using WHO standards, and data were analyzed with Fisher’s exact test and penalized logistic regression with Firth correction to address the small sample size. Stunting prevalence was 59.6%, while exclusive breastfeeding coverage reached 82.7%. All toddlers who were not exclusively breastfed were stunted. Regression analysis confirmed a strong protective effect of exclusive breastfeeding against stunting (OR 0.05; 95% CI 0.003-0.92; p = 0.012), which remained significant after adjusting for birth weight, sex, recent illness, and maternal education. These findings highlight exclusive breastfeeding as a critical protective factor in high-burden rural settings. Yet, the persistence of stunting despite high coverage underscores the need for integrated strategies at the primary health-care and district levels. Strengthening breastfeeding counseling must be complemented by maternal nutrition, infection prevention, and sanitation improvements within broader stunting prevention frameworks tailored to rural Timorese communities.
EDUKASI ANEMIA DAN STUNTING PADA BALITA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN STATUS GIZI DI DESA APUI KABUPATEN ALOR Roslin E. M. Sormin; Heri Sutrisno; Akto Yudowaluyo; Yosefa S. Atok
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 7 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i7.3953

Abstract

Stunting and anemia remain major nutritional problems in children in remote areas of Indonesia, including mountainous regions such as Apui Village, Alor Regency. This activity aimed to provide health education and screen nutritional status and anemia in toddlers as a community-based prevention and control effort. The activity was conducted on July 24, 2025, in Apui Village using interactive lectures, discussions, anthropometric measurements (height, weight, mid-upper arm circumference), and hemoglobin (Hb) testing using a portable device on 38 toddlers and their mothers/caregivers. The prevalence of stunting (HAZ) was 34.2% and anemia (Hb <11 g/dL) was 47.4%, with a mean Hb level of 10.88 ± 1.70 g/dL. Although no significant statistical relationship was found between anemia and stunting (p=0.214), anemic children had 2.4 times greater risk of stunting. Active participation of mothers in discussion sessions showed high enthusiasm for the material presented. Anemia and stunting problems in Apui Village remain high. Integrated education with screening was successfully implemented and detected early cases of malnutrition, potentially serving as an intervention model in resource-limited areas.