Arif Taufikurrahman
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Al-Syakhshiyatu Al-Dā’iyyatu Ladā Mūsa ‘Alaihissalam Al-Wāridah fī Al-Qurāni Al-Karīm Arif Taufikurrahman; Azhara Alyagra
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 2 (2022): Mauriduna : Journal of Islamic Studies, November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v3i2.619

Abstract

الدعوة هي حقيقة حياة المسلم، وواجب عليه أن يدعو الناس بأخلاقه الكريمة وشخصيته الحميدة لتكون قدوة لهم، لأن الشخصية الحميدة والأخلاق الكريمة من أهم الأمور يقبل الناس بها الدعوة. فقد تحلى الأنبياء عليه السلام بها ومنهم موسى -عليه السلام-. الهدف من هذا البحث هو معرفة الشخصية الداعية لدى موسى -عليه السلام- الواردة في القرآن الكريم لأن تكون نموذجا للدعاة في دعوتهم. والمنهج المستخدم في هذا البحث هو المنهج الكيفي عن طريق الوصف التحليلي بالدراسة المكتبية والمقابلة الشخصية. والنتيجة من هذا البحث أن شخصية موسى -عليه السلام- الداعية الواردة في القرآن الكريم هي الإخلاص، والقوة والأمانة، والتواضع والتوكل، والصبر والحرص على طلب العلم، وذو العلم والبصيرة. فهذه الصفات والشخصية كلها تكون مميزات في نفسه لدعوة قومه Da’wah is an obligation of the Muslim's life, and it is obligatory for him to da'wah people with honorable character to be a model for his people, because an honorable character is one of the important things for the people to accept his da'wah, as done by the messenger before and one of them is Musa -peace be upon him-. The purpose of this paper is to find out the honorable character of Musa -peace be upon him-. on the contents of the Quran to be a model for the people in their da'wah. The research method applied descriptive qualitative with literature study and interview data collection. The result of this research is the prophet Musa -peace be upon him-. has an honorable character on the contents of the Quran, sincere, strong and honest, humble and surrenders to Allah, Patience and does not give up in seeking study, and has a knowledge and insight. All the characteristics of Musa -peace be upon him-.. be a plus in his da'wah to his people Dakwah adalah kewajiban bagi kehidupan seorang muslim, dan wajib baginya untuk mengajak manusia dengan akhlak dan sifat yang mulia untuk menjadi contoh bagi mereka, karena akhlak dan sifat yang mulia adalah salah satu hal terpenting agar manusia menerima ajakannya. Sepeti para nabi terdahulu yang tertanam dalam diri mereka akhlak dan sifat yang mulia, salah satunya adalah nabi Musa –‘alaihissalam-. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui akhlak mulia dan sifat da’i dalam diri nabi Musa –‘alaihissalam- yang terdapat dalam Al-Quran untuk menjadi teladan bagi para da’i dalam seruan dakwah mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis deskriptif dengan teknik pengumpulan data kajian literatur dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa nabi Musa –‘alaihissalam- memiliki sifat da’i yang terdapat dalam Al-Quran, yaitu, ikhlas, kuat dan jujur, rendah hati dan berserah diri pada Allah, sabar dan tidak putus asa dalam menuntut ilmu, dan memiliki ilmu dan wawasan. Semua sifat da’i dalam diri nabi Musa –‘alaihissalam- tersebut menjadi kelebihan baginya dalam berdakwah kepada kaumnya.
Uslūb Mujādalah Khilāl Musalsal Al-Imām Ahmad Ibn Hanbali (Al-Halaqah Ats-Tsālisah Wa Al-‘Isyrīn) Arif Taufikurrahman; Allifna Rohmatal ‘Aza
Ukazh: Journal of Arabic Studies Vol 3 No 2 (2022): Journal of Arabic Studies, December 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/ukazh.v3i2.649

Abstract

هدفت هذه الدراسة إلى معرفة أسلوب المجادلة الواردة خلال مسلسل الإمام أحمد بن حنبل. والمنهج المستخدم لهذه الدراسة هو البحث الوصفي التحليلي بالرجوع إلى المصادر الرئيسية مثل مسلسل الإمام أحمد بن حنبل والمصادر الأخرى مثل كتب التراث، والمجلات المتعلقة بهذه الدراسة. ونتيجة هذه الدراسة هي أن أسلوب المجادلة التي تظهر عندما يواجه الإمام أحمد بن حنبل أمير المؤمنين وفرقة المعتزلة بقول عن خلق القرآن، ليس كلام الله. والإمام ريفض رفضا عن ذاك القول باستدلال الحجة القوية والصحيح من القرآن والسنة. وهو المثال من أسلوب الدعوة خلال مسلسل الإمام أحمد The purpose of this research is to know that uslub mujadalah the one found in the Imam Ahmad bin Hanbal series. The methods used in this study are descriptive qualitative studies with primary sources such as the Imam Ahmad series and other reference resources such as the books and journals related to this study. The result of this study is only uslub mujadalah the one shown when Imam Ahmad’s faced amirul mukminin and mu 'tazilah's claim of the quran's prosperity, not that it's kalamallah. Imam Ahmad unequivocally rejected their words by issuing a powerful rain and dalil and shohih of the Quran and sunnah. That's an example of uslub dakwah in the Imam Ahmad bin Hanbal series Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui uslub mujadalah yang terdapat di dalam series Imam Ahmad bin Hanbal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan merujuk kepada sumber utama serial Imam Ahmad dan sumber rujukan lainnya seperti buku-buku serta jurnal-jurnal yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil dari penelitian ini yaitu uslub mujadalah yang ditampilkan ketika Imam Ahmad menghadapi Amirul mukminin dan kelompok Mu’tazilah tentang pengakuan terhadap kemakhlukan Al-Quran, bukan sebagai kalamallah. Imam Ahmad dengan tegas menolak perkataan mereka dengan mengeluarkan hujjah dan dalil kuat serta shohih dari Al-Quran dan Sunnah. Itulah contoh dari uslub dakwah dalam series Imam Ahmad bin Hanbal