p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sustainable
Mahfudz Reza Fahlevi
Institut Agama Islam Negeri IAIN SAS Babel

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Pengembangan Number Sense Siswa Melalui Kurikulum Merdeka (2022) Mahfudz Reza Fahlevi
Sustainable Vol. 5 No. 1 (2022): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v5i1.2308

Abstract

Number sense merupakan salah satu kemampuan fundamental siswa yang harus dapat dukungan disepanjang pendidikan mereka. Berdasarkan hasil kajian pustaka, ditemukan berbagai kendala untuk mengembangkan number sense. Salah satu penyebab yang diyakini adalah karena dukungan kurikulum sebelumnya masih belum optimal. Hadirnya Kurikulum Merdeka yang menjadi salah satu dari tiga pilihan kurikulum bagi satuan pendidikan dapat menjadi sudut pandang baru dalam mengatasi permasalahan pembelajaran yang ada, salah satunya permasalahan number sense. Tujuan studi ini adalah untuk menjabarkan hasil telaah secara teoritis tentang bentuk dukungan Kurikulum Merdeka untuk mengembangkan number sense siswa. Studi ini merupakah penelitian dengan metode kualitatif menggunakan pendekatan studi pustaka yang melibatkan berbagai literatur mulai dari buku, artikel penelitian, berbagai hasil laporan kementerian pendidikan, serta berbagai kebijakan pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat aspek utama dalam Kurikulum Merdeka (2022) yang dapat membantu mengembangkan number sense siswa. Aspek-aspek tersebut meliputi: (1) Pengembangan kemampuan nonteknis dan karakter yang mendapat porsi khusus melalui pembelajaran berbasis proyek (PjBL), (2) Upaya menumbuhkan profil pelajar Pancasila, terutama pada profil mandiri, berpikir kritis, dan kreatif, serta (3) Fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal sehingga bisa berfokus pada materi esensial. Meskipun demikian, para pendidik harus mempertimbangkan faktor-faktor kesiapan pembelajaran dalam kelas secara lebih khusus karena Kurikulum akan diterapkan di sepanjang pendidikan siswa dilaksanakan.
Kajian Project Based Blended Learning Sebagai Model Pembelajaran Pasca Pandemi dan Bentuk Implementasi Kurikulum Merdeka Mahfudz Reza Fahlevi
Sustainable Vol. 5 No. 2 (2022): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v5i2.2714

Abstract

Penerapan model Project Based Learning (PjBL) merupakan salah satu program prioritas pada Kurikulum Merdeka (2022). Dengan perkembangan zaman serta percepatan digitalisasi akibat pandemi, saat ini penerapan model PjBL dapat dikombinasikan dengan Blended Learning sehingga tercipta model Project Based Blended Learning (PjB2L). Sekarang cukup banyak penelitian yang mengungkapkan tentang keberhasilan penerapan model PjB2L untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Tujuan studi ini adalah untuk menjabarkan hasil telaah secara teoritis tentang ragam penerapan model PjB2L diberbagai level studi, dimulai dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Studi ini merupakah penelitian dengan metode kualitatif menggunakan pendekatan studi pustaka yang melibatkan berbagai literatur. Berdasarkan hasil kajian pustaka dalam tulisan ini didapat simpulan bahwa penerapan model PjB2L mayoritas dinyatakan berhasil dan memberi dampak positif pada perbaikan hasil belajar. Adapun faktor-faktor yang perlu diperhatikan diantaranya adalah:(1) modifikasi fase-fase model PjBL dan blended learning ke dalam PjB2L, fase yang diungkapkan dalam tulisan ini memuat dua jenis yakni sebelas fase dan enam fase, (2) karakteristik peserta didik yang akan terlibat dalam penerapan model PjB2L, yang bisa saja melibatkan siswa SD, SMP, SMA, mahasiswa, hingga para guru sebagai pesertanya, kemudian faktor terakhir, (3) pemilihan platform yang akan digunakan dalam blended learning, sehingga PjB2L sukses diterapkan dan memberi dampak positif dalam pembelajaran.