This Author published in this journals
All Journal Sustainable
Muh Yamin
IAIN Palopo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Blended Learning Model Pembelajaran Pasca Pandemi Muh Yamin
Sustainable Vol. 5 No. 2 (2022): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v5i2.2762

Abstract

Penyebaran virus covid-19 secara radikal telah merubah konsep pendidikan tradisional, pembelajaran yang dahulunya dilaksanakan secara face to face dimana peserta didik dan pendidik harus hadir secara fisik di ruang kelas kini telah bergeser. Layanan pendidikan harus beradaptasi menyesuaikan dengan kondisi terkini. Perkembangan teknologi komunikasi dalam dunia pendidikan sangat pesat mulai dari perkembangan media pembelajaran yang berbasis digital hingga penggunaan LMS dan aplikasi vidio confrence yang mendukung proses pembelajaran dilaksanakan secara jarak jauh. Oleh karena itu diperlukan suatu metode pembelajaran yang dapat mengkombinasikan antara pembelajaran tatap muka dan pembelajaran jarak jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran blended learning dan pengaruhnya terhadap peserta didik sehingga para pendidik dapat tertarik untuk mengembangkan serta menerapkan model pembelajaran blended learning. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) yakni mengumpulkan dan mereduksi hasil penelitian yang relevan dengan pokok pembahasan. Hasil penelitian ini menggambarkan Model pembelajaran blended learning adalah model pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran selain itu, metode ini juga mengkombinasikan antara pembelajaran langsung, pembelajaran jarak jauh dan pembelajaran mandiri sehingga menghasilkan aspek pedagogik yang berkesinambungan antara satu dengan lainnya. Pelaksanaan pembelajaran blended learning dapat dilaksanakan dengan menggunakan berbagai macam platform LMS. Pelaksanaan pembelajaran dengan metode blended learning dapat meningkatkan keaktifan, hasil belajar serta dapat meningkatkan literasi digital peserta didik.
Implementations of The Digital Madrasah: Case Study on MTSN 1 Makassar Muh Yamin; Dian Sanuri
Sustainable Vol. 7 No. 1 (2024): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v7i1.3746

Abstract

The demands of the times demand the world of education to be able to adapt and use technological developments in an effort to improve the quality of learning. The current development of information technology provides its own challenges in the world of education especially madrasah. Basically, the madrasah is an important Islamic educational institution in Indonesia, where its existence has proven to have marked a generation of nations with deep religious insights and the soul of nationalism. Therefore, the educational institutions of the Madrasah must be able to adapt to such massive technological developments. The madrasas must be capable of utilizing and integrating technology in teaching activities so that it becomes relevant and contextual with the development of the times. The aim of this research is to take stock of the efforts made by MTsN 1 Makassar in transforming into a digital madrasah, to find out the supporting factors and obstacles in implementing the digital madrasah policy. This type of research is qualitative descriptive. The results of the research describe the efforts made at MTsN 1 Makassar in transforming into a digital madrasah starting from the planning stage of both activity planning and budget planning, strengthening the quality of SDM by forming the learning revolution team 4. Supporting factors are the large number of digital flatforms that are open access, the support of the parents of the students and the factors that hinder are the price of relatively expensive digital devices, large electricity bills and a less stable internet network.