Ni Putu Rahayu Mahadewi
Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pura Samuan Tiga : Napak Tilas Penyatuan Sekte di Bali: Samuan Tiga Temple : Tracing The Unification Of Sects in Bali Ngurah Yoga Narendra Putra; Ni Putu Rahayu Mahadewi; I Kadek Yuda Adi Arsana
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 2 (2022): Nirwasita
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali merupakan pulau yang terkenal akan adat serta budayanya yang sangat kental. Kebudayaan dan tradisi di Bali sangat erat kaitannya dengan agama Hindu. Namun, kebudayaan Bali yang kita kenal saat ini tidaklah lahir begitu saja. Pada awal mula masuknya agama Hindu ke Pulau Bali, terdapat banyak aliran atau sekte yang ikut masuk. Setiap sekte memiliki tradisi tersendiri tergantung dari dewa apa yang dipuja. Banyaknya sekte yang seharusnya menambah keberagaman kebudayaan di Bali justru membawa pertikaian dan perpecahan dalam masyarakat. Untuk mendamaikan situasi tersebut, raja yang memerintah saat itu yaitu Raja Udayana sampai mendatangkan Mpu Kuturan ke Pulau Bali dengan maksud untuk memimpin pertemuan berbagai sekte tersebut. Pertemuaan tersebut dilaksanakan di lokasi yang sekarang kita kenal dengan Pura Samuan Tiga. Hasil dari pertemuan tersebut adalah konsep pemujaan yang dikenal masyarakat Bali saat ini yaitu Tri Murti yang berfokus pada pemujaan 3 dewa utama ( Brahma, Wisnu, Siwa ). Konsep inilah yang menjadi dasar dari pembangunan Pura Khayangan Tiga di setiap Desa Adat di Bali.