Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of Interest Income and Interest Expense on Net Income at State-Owned Banks Listed on the IDX 2021 Aulia Aulia; Ayu Kurnia Sari; Dian Anggraini
International Journal of Social Service and Research Vol. 2 No. 12 (2022): International Journal of Social Service and Research (IJSSR)
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/ijssr.v2i12.200

Abstract

This study aims to determine the effect of interest income and interest expense on net income for the period 2012 to 2020. The research method used is a quantitative method using data sources from the financial statements of Concise Profit and Loss for the period 2012 to 2020. The data analysis technique uses data normality test, Pearson Product correlation analysis. Moment, coefficient of determination, and multiple linear regression analysis. Based on the results of data analysis, knowing the effect of Interest Income and Interest Expense on Net Profit states that the data is normally distributed, the closeness of the relationship is 0.494 strong category, the direction of the influence is positive. Interest Income and Interest Expense affect Net Profit by 85.4% and the remaining 14.4% is influenced by other variables. it is known that t count (6.088) > t table (2.034) and significant 0.000 <0.05. This means that partially interest income has a positive effect on net income at state-owned banks listed on the Indonesia Stock Exchange, then t count (-2.382) > t table (2.034) and significant 0.023 <0.05. This means that partially interest expense has a negative effect on net income at state-owned banks listed on the Indonesia Stock Exchange. Furthermore, it is known that F count is 103.149 > F table 3.28, with a significance of 0.000 <0.05. This shows that all independent variables, namely interest income and interest expense, simultaneously have a significant effect on net income at state-owned banks listed on the Indonesia Stock Exchange.
Pengaruh Akuntansi Digital, Literasi Keuangan, dan Inklusi Keuangan Terhadap Kinerja UMKM Desa Lau Tepu Kecamatan Salapian Kabupaten Langkat Arlinda Arlinda; Geby Citra Ananda; Aulia Aulia
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 4 No. 4 (2026): Blantika: Multidisciplinary Jornal
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v4i4.488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Akuntansi Digital, Literasi Keuangan, dan Inklusi Keuangan terhadap Kinerja UMKM di Desa Lau Tepu Kecamatan Salapian Kabupaten Langkat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelaku UMKM di Desa Lau Tepu dengan sampel sebanyak 98 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert, dan teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntansi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM dengan nilai t hitung sebesar 6,289 dan signifikansi 0,001. Literasi keuangan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM dengan nilai t hitung sebesar 9,098 dan signifikansi 0,001, serta menjadi variabel yang paling dominan. Sementara itu, inklusi keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM dengan nilai t hitung sebesar -1,520 dan signifikansi 0,132. Secara simultan, akuntansi digital, literasi keuangan, dan inklusi keuangan berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM dengan nilai F hitung sebesar 110,111 dan signifikansi 0,001. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,771 menunjukkan bahwa ketiga variabel independen mampu menjelaskan variasi kinerja UMKM sebesar 77,1%, sedangkan sisanya sebesar 22,9% dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kinerja UMKM di Desa Lau Tepu lebih banyak ditentukan oleh kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan akuntansi digital dan memiliki literasi keuangan yang baik, sedangkan inklusi keuangan belum memberikan kontribusi yang signifikan. Oleh karena itu, penguatan literasi keuangan dan penerapan akuntansi digital perlu menjadi prioritas dalam upaya meningkatkan kinerja UMKM secara berkelanjutan