Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODEL KOMUNIKASI PEMBANGUNAN DALAM PROGRAM STRATEGIS PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KELEMBAGAAN KAMPUNG Abdul Qadir; Teddy Khumaedi
AT-TAWASUL Vol 2 No 1 (2022): AT TAWASUL
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/ja.v2i1.363

Abstract

Development Communication Model In Strategic Development Program Economist idan Institutional Kampung (PROSPEK) In Enggros Villung Village Abepura District Jayapura City, This research is motivated by strategic program of economic development and institutional of kampung (Prospek) conducted in Papua Province in the year 2014. Particularly in Enggros Village. The purpose of this research is to know the development communication model in the prospect used for the successful implementation of Prospect in Kampung Enggros. The method used is descriptive method with qualitative research form. Based on the result of research indicate that the development communication model in Prospect in Kampung Enggros starts from planning stage, implementation stage, utilization of result, and stage of controlling, monitoring and evaluation. While the development communication model used is; persuasive communication model, model and dialogical communication
Literasi Digital dan Ketimpangan Sosial: Tinjauan Sistematis Terhadap Kesenjangan Akses dan Partisipasi Komunikasi di Masyarakat Berkembang Abdul Qadir; Hamim Mustofa
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 6 No. 3 (2026): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v6i3.6166

Abstract

Penelitian ini menyajikan tinjauan sistematis mengenai literasi digital dan ketimpangan sosial dengan fokus pada kesenjangan akses dan partisipasi komunikasi di masyarakat berkembang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini menganalisis 34 publikasi yang relevan dari berbagai negara, khususnya dalam konteks negara-negara berkembang di Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan digital tidak hanya berkaitan dengan akses terhadap infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup dimensi yang lebih kompleks seperti literasi digital, keadilan epistemik, eksklusi algoritmik, dan kedaulatan digital. Masyarakat di wilayah pedesaan, kelompok masyarakat adat, lansia, serta kelompok berpendapatan rendah menghadapi berbagai hambatan dalam berpartisipasi pada ekonomi digital dan komunikasi digital. Hambatan-hambatan tersebut diperkuat oleh faktor struktural, kultural, dan politik yang turut melanggengkan ketimpangan sosial. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan holistik yang menggabungkan pembangunan infrastruktur digital dengan pendidikan literasi digital kritis, kerangka kebijakan yang inklusif, serta pemberdayaan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai lokal. Inklusi digital yang bermakna memerlukan pengakuan terhadap pengetahuan lokal, partisipasi kelompok masyarakat yang termarginalkan dalam tata kelola teknologi, serta penguatan kedaulatan digital sebagai hak fundamental setiap warga negara.