Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembangkitan Pohon Fraktal Bercabang Menggunakan Metode Iterated Function System Retno Wulandari; Kosala Dwidja Purnomo; Ahmad Kamsyakawuni
Jurnal EurekaMatika Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Eurekamatika
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jem.v10i2.51210

Abstract

The Pythagorean tree is a flat fractal composed of squares. A Pythagorean tree with two branches developed into three components is called a fractal tree. In this article, the author generates a fractal tree that has been expanded to have n branches using the Iterated Function Systems (IFS) method. The fractal tree will be caused by the IFS method using affine transformations, namely dilation, translation, and rotation on a square as the initial geometric object. The generation of a fractal tree begins with determining the basic shape of the branching. The choice of the primary form of branching will affect the body and characteristics of the resulting fractal tree. There are two primary forms of branching to produce a fractal tree that has several variations in the selection of angles: the same angle, a different angle, and a random angle.Keywords: Affine Transformation, Fractal, Fractal Tree, Iterated Function System Method.AbstrakPohon Pythagoras adalah sebuah fraktal datar yang tersusun dari bujur sangkar. Pohon Pythagoras yang memiliki dua percabangan dikembangkan menjadi tiga percabangan disebut dengan istilah pohon fraktal. Pada artikel ini, penulis membangkitkan pohon fraktal yang dikembangkan jumlah cabangnya sampai sebanyak  menggunakan metode Iterated Function Systems (IFS). Pohon fraktal dibangkitkan dengan metode IFS menggunakan transformasi affine yaitu dilatasi, translasi, dan rotasi pada persegi sebagai objek geometri awal. Pembangkitan pohon fraktal dimulai dengan menentukan bentuk dasar percabangan. Pemilihan bentuk dasar percabangan akan berpengaruh pada bentuk dan karakteristik dari pohon fraktal yang dihasilkan. Ada dua macam bentuk dasar percabangan sehingga dapat menghasilkan pohon fraktal yang memiliki beberapa variasi pemilihan sudut yakni sudut sama, sudut berbeda, dan sudut random.
MODERASI DALAM BERAGAMA: PENERAPAN KONSEP NON-ISLAM DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM UNTUK MEMBANGUN INTERAKSI SOSIAL YANG TOLERAN DAN KEADILAN ANTAR UMAT BERAGAMA Menza Azahra; Titania Putri Aurelia A; Nailul Faizin; Rafly Zulfaqih Sembiring; Rizky Alfan R; Nur Eli Mastura; Mohammad Sutan R; Retno Wulandari
Jurnal Reflektif Vol 2 No 4 (2026): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat keberagaman agama, suku, budaya, dan bahasa yang tinggi sehingga diperlukan sikap yang mampu menjaga kerukunan dan persatuan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep moderasi beragama dalam Islam, menjelaskan pandangan Islam terhadap non-Muslim, serta mengkaji implementasi moderasi beragama dalam interaksi antara Muslim dan non-Muslim. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui berbagai sumber literatur, seperti Al-Qur'an, hadis, buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan yang berkaitan dengan moderasi beragama. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis secara deskriptif dan kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama merupakan cara pandang dan praktek beragama yang mengedepankan keseimbangan, keadilan, toleransi, serta penolakan terhadap sikap ekstrem. Islam memandang non-Muslim sebagai bagian dari realitas sosial yang memiliki hak untuk hidup, beribadah, dan memperoleh perlindungan. Interaksi antara Muslim dan non-Muslim dapat diwujudkan melalui kerja sama sosial, dialog, sikap saling menghormati, serta penghargaan terhadap perbedaan tanpa mencampuradukkan akidah. Implementasi moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat berperan penting dalam memperkuat toleransi, mencegah konflik, serta menciptakan kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman. Oleh karena itu, moderasi beragama menjadi landasan penting dalam menjaga persatuan, kedamaian, dan stabilitas sosial di Indonesia.